Pertamina: Biaya Investasi Pertashop Ditanggung Mitra

MANOKWARI,papuabaratnews.co – PT Pertamina (Persero) membuka kesempatan bagi seluruh masyarakat yang ingin berinvestasi pada usaha penyaluran bahan bakar minyak (BBM) hingga ke kawasan perdesaan.

Bisnis tersebut dikenal dengan Pertamina Shop (Pertashop) yang merupakan lembaga penyalur berskala kecil. Pertashop menjual BBM non subsidi, LPG non subsidi, dan produk ritel lainnya.

Sales Area Manager Retail Papua Barat Jalu Tarwoco mengatakan, seluruh biaya investasi Pertashop ditanggung oleh mitra mulai dari permodalan, lokasi usaha, dan perizinan. “Semuanya dari mitra,” ujar Jalu saat dikonfirmasi awak media di Manokwari, Minggu 21 Maret 2021.

Dia menjelaskan, bisnis Pertashop dapat diajukan oleh seluruh masyarakat dengan memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku.  “Syarat dan ketentuan bisa diakses lewat website resmi yakni kemitraan.pertamina.com di situ bisa diusulkan,” jelas dia.

Nantinya, Pertamina akan mengevaluasi seluruh syarat pengusulan tersebut. Misalnya kelaikan lokasi pelayanannya baik di desa ataupun di kota yang membutuhkan produk ritel Pertamina.

“Harganya sama dengan yang dijual di SPBU, contohnya harga Pertamax Rp9.200,” jelas dia.

Jalu menuturkan, di Papua Barat baru satu Pertashop yang terletak di daerah Marina, Kabupaten Manokwari, dan telah diresmikan sepekan lalu.

“Nanti berlanjut di Kabupaten Sorong juga akan kita resmikan Pertashop. Program ini sudah mulai tahun 2020 dimulai dari Pulau Jawa,” jelas dia.

Dia menuturkan, ada tiga skema bisnis Pertashop yang ditawarkan Pertamina kepada mitra yaitu Gold, Platinum, dan Diamond.

Dilansir dari laman resmi Pertamina, untuk Pertashop jenis Gold berkapasitas penyaluran 400 liter per hari dengan luasan lahan yang dibutuhkan sekitar 144 meter persegi. Lokasi dari desa ke SPBU, lebih dari 10 km atau sesuai dengan hasil evaluasi.

Kemudian, Pertashop jenis Platinum kapasitas penyaluran mencapai 1.000 liter per hari, memiliki tangki penyimpanan 10 KL, luas lahan 200 meter persegi dan lokasinya di kecamatan yang belum terdapat SPBU.

Sedangkan Pertashop jenis Diamond berkapasitas penyaluran 3.000 liter per hari, memiliki tangki timbun 10 KL, luas lahan 500 meter persegi, dan berlokasi di kecamatan yang belum terdapat SPBU.

Dari sisi permodalan investasi, kategori Gold mencapai Rp300 juta, Platinum Rp500 juta, dan Diamond sebesar Rp700 juta. Investasi ini di luar lahan dan pengurusan izin lokasi usaha. (PB15)

 

*Berita ini telah terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 23 Maret 2021.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: