Protokol Kesehatan Tetap Diterapkan dalam Upacara HUT ke-75 RI

MANOKWARI, papuabaratnews.coProtokol kesehatan tetap diterapkan dalam upacara hari ulang tahun (HUT) RI ke-75 di Kabupaten Manokwari yang akan diselenggarakan di lapangan Kampung Aimasi, Distrik Prafi.

Sebelumnya, upacara peringatan Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia dilakukan secara virtual, namun daerah kembali diharuskan untuk tetap melaksanakan upacara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, salah satunya dengan menggunakan masker pada saat upacara.

Pelatih Paskibra, Aipda Sudirin, menerangkan hingga saat ini persiapan tim pasukan pengibar bendera (paskibra) dalam satu minggu ini sudah 50 persen.

“Kami sangat bangga karena dengan waktu yang ada kita bisa melatih fisik, memeriksa kesehatannya sehingga semua dapat berjalan dengan aman dan lancar. Yang dilibatkan hanya pasukan delapan saja, karena situasinya masih pandemi covid sehingga masih dibatasi dan menjaga serta tetap melaksanakan protokol kesehatan,” terangnya saat di temui di lapangan Kampung Aimasi, Selasa (11/8/2020).

Ia mengatakan, para peserta sangat antusias, meskipun pelaksanaan upacara HUT RI ke-75 tahun ini tsedikit berbeda seperti tahun sebelumnya.

“Apa yang pelatih berikan dapat mudah memahami dan dipraktekan dengan baik. Kondisi kesehatan mereka juga sangat baik, kita kontrol terus,” ujarnya.

Para peserta paskibra merupakan gabungan dari tiga SMA yang ada di Distrik Prafi. Diseleksi sejak tanggal 2 Agustus 2020.  Ditambah anggota polsek dari Polsek Warmare, Prafi dan Masni.

“Persentasinya 50:50 persen. Kami mengutamakan OAP, baik pembawa baki dan pengibaran. Ada empat laki-laki dan dua putri OAP. Kita utamakan untuk penurunan dan pengibaran. Untuk peran dari empat putra papua yaitu penggerek dan pengibar,” sebutnya.

Sementara itu, Minggu Jhon Roy Warfandu, putera asli Arfak Papua (OAP) yang bertindak selaku pembawa bendera asal SMA N 1 Prafi, mengaku bangga bisa turut terlibat dalam barisan paskibra.

Putra Arfak yang lahir di Prafi Kampung 28 Juli 2002 anak dari Agus Warfandu, Yuliana Muid, anak ke tiga dari empat bersaudara ini berpesan kepada teman-temannya, khususnya OAP untuk harus banyak belajar.

“Jika ada kegiatan seperti ini mereka juga bisa melibatkan diri untuk ikut, harus lebih aktif. Tahun lalu sempat terpilih menjadi anggota paskibra untuk formasi 45 untuk tingkat Distrik Prafi. Merupakan pertama kali ditingkat kabupaten,” timpalnya. (PB19)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: