Tim Monitoring Apresiasi Keberhasilan Program Literasi

MANOKWARI, PB News – Tim Monitoring  Cluster Meyes mengapresiasi keberhasilan dan dukungan berbagai pihak dalam memajukan dunia pendidikan di sejumlah sekolah pinggiran dan terpencil.

Berdasarkan hasil monitoring langsung terhadap proses pengembangan program penguatan literasi  kelas awal (kelas 1-3) pada 20 sekolah pinggiran dan terpencil memperlihatkan tingkat keberhasilan yang signifikan.

Program penguatan literasi merupakan kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari bersama DFAT dan UNICEF dengan mitra kerjsama  Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Keuskupan Manokwari Sorong (KMS) Wilayah Manokwari.

Ketua PSW YPPK Keuskupan Manokwari-Sorong Wilayah Manokwari Yohanes Bambang Supraptono mengatakan, selama tiga tahun pendampingan literasi Unicef telah menunjukkan tingkat keberhasilan, terutama pada 20 sekolah pinggiran dan terpencil yang dipilih sebagai pilot proyek pelaksanaan program penguatan literasi itu.

Menurut Yohanes Bambang, keberhasilan program pengutan literasi itu tidak lepas dari  partispasi dan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, swasta dan masyarakat.

“Seperti yang dilakukan pada SD YPPK Santo Atonius Meyes, yang tahun ini telah dibantu pembangunan 3 unit ruang kelas oleh Bank Mega, pembangunan 3 unit MCK oleh umat Katolik Surabaya dan tahun ini juga peningkatan jalan masuk ke sekolah (pengaspalan) akan dilakukan berdasarkan hasil Musrembang kampung,” katanya Supraptono

Yohanes Bambang juga mengakui bahwa keberhasilan program ini karena dukungan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari.

Pemda Manokwari melalui Dinas Pendidikan telah membangunan beberapa unit ruang kelas di sejumlah sekolah yang berada di daerah pinggiran dan terpencil.

“Dukungan dan perhatian itu juga nampak dengan mengganti kepala sekolah yang dianggap tidak bekerja dengan baik di tempat tugas. Juga menambah tenaga pengajar di sekolah-sekolah yang masih mengalami kekurangan tenaga guru pengajar,” terangnya.

Aspek-aspek yang dilihat dalam monitoring ini diantaranya, fasilitas penunjang ketrampilan dan sumber pengetahuan bagi guru berupa komputer/internet, televisi, infokus, buku ajar maupun buku siswa.

Selanjutnya, kegiatan monitoring ini akan dilakukan di SD Inpres 85 Kaironi Distrik Sidey. Hasil monitoring di lapangan ini akan menjadi bahan acuan bagi pengembangan dan pembangunan pendidikan di Kabupaten Manokwari. (PB8)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: