140 ODP Selesai Masa Pemantauan

MANOKWARI, papuabaratnews.coSebanyak 140 orang dari 536 Orang Dalam Pemantauan (ODP) selesai menjalani masa pemantauan. 140 ODP terkonfirmasi berasal dari 9 daerah di Papua Barat. Sementara sebanyak 396 ODP dari 10 daerah masih dalam pemantauan. Sebaran 396 ODP yang masih dalam pemantauan berasal dari  Kabupaten Manokwari sebanyak 95 orang, Sorong Selatan sebanyak 83 orang, Fakfak sebanyak 73 orang, Kota Sorong sebanyak 65, Kabupaten Sorong 38 orang, Raja Ampat 25 orang, Kaimana 6 orang, Teluk Wondama 6 orang, Manokwari Selatan 3 orang dan Teluk Bintuni 2 orang.

Juru bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Papua Barat, dr Arnold Tiniap mengatakan, sampai Rabu, 7 April 2020, pukul  15.00 WIT, sebanyak 140 ODP dinyatakan telah menyelesaikan masa pemantauan dari jumlah keseluruhan sebanyak 536 orang.

“Sampai hari ini data ODP yang sudah tervalidasi di kabupaten/kota sebanyak 536 orang. Sebanyak 140 orang sudah selesai masa pemantauan,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, di Manokwari, Rabu (7/4/2020).

Arnold menjelaskan, selain jumlah ODP yang tersebar di 10 daerah di Papua Barat. Sebanyak 10  orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) telah selesai masa pengawasan. Sementara 11 pasien masih dalam pengawasan yang berasal dari 5 daerah. 11 pasien berasal dari Kota Sorong 5 orang pasien, Kabupaten Sorong Selatan 3 pasien, Kaimana 1 orang pasien, Manokwari 1 pasien dan Manokwari Selatan 1 orang pasien.

“Total jumlah PDP di Papua Barat yang dalam pengawasan sebanyak 11 orang, sementara 10 orang pasien telah dinyatakan selesai,” urainya.

Sementara itu terkait jumlah Orang Tanpa Gejala atau disingkat OTG yang dalam masa pemantauan di Papua Barat sebanyak 59 orang dari jumlah keseluruhan sebanyak 78 orang. Arnold mengakui jika penambahan jumlah OTG tertinggi yakni Kota Sorong. Jumlah orang tanpa gejala relatif lebih kecil wilayah sebarannya di 4 kabupaten/kota di Papua Barat. Pihaknya berharap 19 orang tanpa gejala yang telah selesai pemantauan tetap melaksanakan protokol keamanan dengan tetap berada di rumah.

“OTG kita tertinggi di Kota Sorong sebanyak 37 orang, Bintuni 11 orang, Wondama 6 orang dan Kabupaten Sorong 5 orang,” paparnya.

Dirinya mengakui penambahan jumlah ODP, PDP dan OTG di beberapa daerah bukan serta merta disebabkan oleh adanya penambahan jumlah kasus positif Covid-19. Namun berdasarkan validasi data yang dilakukan oleh tim gugus tugas di tingkat kabupaten/kota.

“Kita tidak bisa melaporkan data yang belum mendapat validasi di tingkat kabupaten/kota. Sehingga hal ini terkadang menyebabkan pembengkakan data,” tandasnya. (PB22)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: