Agenda Sidang di Pengadilan Tetap Berjalan

MANOKWARI, papuabaratnews.co Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA – RI) telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2020 tertanggal 17 Maret 2020, tentang Penyesuaian Sistem Kerja Hakim dan Aparatur Peradilan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 (Corona Virus) di lingkungan MA dan Badan Peradilan di bawahnya. Dalam surat edaran tersebut, MA mengimbau agar tiap pengadilan menyediakan handsanitizer di pintu masuk kantor dan di depan ruang sidang. Selain itu, MA meminta dilakukan pengecekan suhu badan tamu yang hadir. Surat edaran ini berlaku sampai 31 Maret 2020 dan akan dievaluasi berdasarkan kebutuhan.

Menanggapi surat edaran itu, Ketua Pengadilan Negeri Manokwari melalui Humas Juru Bicara Pengadilan Rodesman Aryanto, mengatakan, proses persidangan perkara yang telah diterima tetap berjalan. Namun, diutamakan perkara pidana karena menyangkut dengan masa penahanan dari terdakwa. Sedangkan untuk perdata, penundaannya disesuaikan dengan jenis perkaranya.

“Jika memungkinkan, maka penundaannya kita langsungkan sampai dua minggu. Saat para pihak hadir, kita sampaikan demikian karena ini menyangkut masalah skala nasional,” kata Rodesman kepada Papua Barat News, Kamis (19/3/2020) di ruang kerjanya.

Sementara terkait perkara pidana umum ataupun khusus, menurut Rodesman, diserahkan kepada Majelis Hakim yang menangani atau yang menyidangkan. Sebab, masa penahanan terdakwa lebih diketahui oleh hakim ataupun Jaksa Penuntut atas perkara-perkara itu.

Selain itu, proses penanganan perkara tetap digelar dengan memperhatikan situasi dan kondisi secara khusus di Manokwari dan secara umum di wilayah hukum Pengadilan Negeri Manokwari. Dimana sampai saat ini belum ada seorang pun yang positif terjangkit Covid-19.

“Jadi kita sesuaikan dengan kondisi dan situasi. Jangan sampai penundaan kemudian bebas demi hukum karena masa penahanan habis. Untuk itu diserahkan kepada yang menangani,” tegas dia.

Terkait dengan pencegahan Covid-19, kata dia, akan dibatasi interaksi sosial di luar maupun dalam persidangan. Saat para pihak baik itu terdakwa, saksi, penasehat hukum dan penuntut umum yang ingin bersalaman akan diganti dengan cara lain tanpa harus mendekat dan bersentuhan langsung.

“Saat ingin bersalaman, kita ubah dengan bentuk lain seperti salam jarak jauh saja. Alat pencegahan lain seperti penyediaan masker dan hand sanitizer masih pengadaan,” tutup dia. (PB13)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: