Akhiri Dualisme, Mubes Pemilihan Ketua DAP Domberai Harus Segera Digelar

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kepala Suku Besar Turunan Irogi Meidodga, Keliopas Meidodga mendesak Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bersama Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), untuk segera melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) guna memilih Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Domberai.

Menurutnya, dualisme kelembagaan DAP antara Zakarias Horota dan Paul Finsen Mayor harus segera diakhir, karena hanya menyebabkan polemik di tengah masyarakat. Karena itu, Mananwir Byak Yan Piet Yarangga juga akan dihadirkan untuk menjadi mediator pelaksana musyawarah.

“Kami meminta agar gubernur selaku anak adat dan Kepala Suku Besar Arfak bersama MRPB melaksanakan Musyawarah Besar untuk memilih ketua DAP definitif,” kata Keliopas di Manokwari,  Kamis 10 juni 2021.

Keliopas mengungkapkan kepemimpinan dewan adat harus dilakukan sesuai mekanisme adat. Karena itu dia berharap agar seluruh tokoh adat dan masyarakat di wilayah Domberai mendukung pelaksanaan Mubes II Dewan Adat Papua untuk memilih tokoh sentral pemersatu masyarakat adat di wilayah Domberai.

“Ketua Dewan Adat haruslah anak adat yang punya adat, masyarakat dan wilayah di Domberai,” terangnya.

Ia berharap perhatian serius gubernur bersama MRPB mendorong percepatan pelaksanaan Mubes II untuk segera mengakhiri dualisme kepemimpinan DAP selama ini antara Paul Finsen Mayor dan Zakarias Horota.

Dalam Mubes,  kata Keliopas,  seluruh perwakilan tokoh adat di wilayah Domberai harus diundang. Sehingga proses pemilihan ketua terpilih dilaksanakan secara terbuka dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Mubes harus dilaksanakan dalam waktu dekat sehingga dualisme DAP III Domberai berakhir,” tandas penerima mandat I DAP Wilayah III Doberai itu.

Senada, Ketua Dewan Adat Papua Kabupaten Pegunungan Arfak, Goliat Menggesuk, meminta agar gubernur selaku kepala daerah di wilayah Doberai tidak tinggal diam.

Dia berharap dualisme kepemimpinan Dewan Adat Papua di Wilayah Domberai harus segera diakhiri. Diakuinya dampak terjadinya dualisme menyebabkan masyarakat kebingungan mengadukan permasalahan yang terjadi di dalam kelompok suku dan masyarakatnya.

“Tidak boleh ada orang dari luar Domberai datang memimpin di tanah ini.  Kita ini semua orang Adat, jadi harus tahu adat,” ungkapnya.

Ketua Pokja Adat Majelis Rakyat Papua Barat, Samuel Kambuaya menegaskan pihaknya akan melanjutkan aspirasi dari Kepala Suku Irogi Meidodga terkait desakan penyelenggaraan Mubes II pemilihan Ketua DAP III Domberai.

Menurutnya aspirasi dari masyarakat adat akan dibawa dalam mekanisme MRPB untuk dibahas bersama dan mendapat pertimbangan serta rekomendasi pelaksanaan Mubes II sebelum disampaikan kepada gubernur.

“Aspirasi masyarakat yang masuk ke MRPB kami tampung, untuk selanjutnya kami bahas dalam mekanisme lembaga,” paparnya.

Samuel menjamin aspirasi masyarakat yang diajukan ke MRPB akan dikawal dan dilaksanakan sebagai bentuk komitmen MRPB menjalankan fungsi pembinaan dan penguatan kelembagaan adat.

Ditanya terkait waktu pelaksanaan mubes,  Samuel berharap bisa segera dilaksanakan dalam waktu dekat, namun harus menunggu pembahasan internal di dalam lembaga dan persetujuan gubernur selaku kepala daerah.

“Kami berharap proses pelaksanaan Mubes segera dilaksanakan dan kami mengusulkan Manokwari sebagai tuan rumah penyelenggara,” pungkasnya.  (PB22)

 

**Berita ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 11 Juni 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: