April 2021, Inflasi Papua Barat 0,08 Persen

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Pusat Statistik mengungkapkan Provinsi Papua Barat mengalami inflasi gabungan sebesar 0,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 105,27, pada April 2021.

Tingkat inflasi tahun kalender (April 2021 terhadap Desember 2020) adalah 0,60 persen dan inflasi tahun ke tahun (April 2021 terhadap April 2020) sebesar 1,57 persen.

Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaellapia mengatakan, inflasi yang terjadi di Papua Barat merupakan inflasi gabungan dua kota IHK yakni Kota Sorong dan Kota Manokwari. Pada April 2021, Kota Sorong mengalami inflasi 0,18 persen karena ada peningkatan indeks harga. Sedangkan Kota Manokwari terjadi penurunan indeks harga yang menyebabkan deflasi 0,28 persen.

Namun, Kota Sorong memiliki kontribusi terbesar terhadap kondisi inflasi di Provinsi Papua Barat.

“Ketika Kota Sorong inflasi itu berpengaruh karena bobot atau sharenya terbesar. Sehingga, inflasi Papua Barat Bulan April ini sebesar 0,08 persen,” ujar Maritje saat dikonfirmasi awak media usai menggelar konferensi pers, Senin 3 Mei 2021.

Dia menjelaskan, inflasi gabungan dipengaruhi oleh 10 kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan indeks harga. Meliputi kelompok rekreasi 2,32 persen, kelompok transportasi 1,54 persen, kelompok penyediaan makanan 0,70 persen, kelompok perumahan 0,40 persen, kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rutin 0,28 persen, kelompok pakian dan alas kaki 0,17 persen, kelompok informasi dan jasa keuangan 0,07 persen, dan kelompok kesehatan 0,04 persen.

Sementara dua kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga adalah kelompok makanan 0,69 persen dan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya sebesar 0,14 persen. “Ada kelompok yang mendorong inflasi dan ada juga yang tidak,” jelas dia.

Maritje melanjutkan, secara bulanan (month to month/mtm) perkembangan inflasi Papua Barat pada tahun 2021 mengalami fluktuasi. Januari tercatat inflasi 0,20 persen, Februari terjadi deflasi -0,46 persen, Maret mengalami inflasi 0,78 persen dan April terjadi inflasi 0,08 persen. Sementara di tahun 2020 yang lalu, inflasi tertinggi terjadi pada 0,99 persen.

“Kita tahu bersama tahun 2020 itu kita mulai pandemi di Bulan Maret. Walaupun di Maret itu sudah mengalami deflasi -0,35 persen,” jelas dia.

Apabila ditinjau secara tahunan (year on year/yoy), sambung dia, perkembangan inflasi Papua Barat tahun 2020 juga mengalami fluktuasi. Pada Januari tercatat inflasi sebesar 1,36 persen, mengalami penurunan pada Februari menjadi 0,58 persen, Maret tercatat inflasi 1,73 persen dan April mengalami inflasi 1,57 persen.

Untuk tahun 2020, inflasi tertinggi pada Februari sebesar 2,67 persen dan mengalami deflasi pada Oktober sebesar -0,22 persen.

Sebagai informasi, dari 90 kota IHK di Indonesia, tercatat 72 kota mengalami inflasi dan 18 kota terjadi deflasi. (PB15)

 

**Berita ini Telah Diterbitkan di harian Papua Barat News Edisi Selasa 4 Mei 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: