ASN Pemprov Papua Barat Wajib Ikut Pawai dan Deklarasi Damai

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Seluruh ASN Pemprov Papua Barat diwajibkan mengikuti pawai dan deklarasi damai dalam bentuk jalan sehat, yang dimulai dari Jalan Percetakan ke Lapangan Borarsi, Manokwari, Rabu (10/9).

“Karena Pemprov adalah inisiasiator, maka ASN Pemprov Papua Barat tanpa terkecuali harus ikut pawai dan deklarasi damai ini. Masing-masing pimpinan OPD siapkan absen manual di Lapangan Borarsi,” kata Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani.

Para peserta diharuskan memakai kaos putih yang sebisanya di bagian belakangnya bertuliskan Damai Itu Indah. “Sebisanya ada tuisan, tapi yang terpenting kaos putih,” tegas Wagub.

Lakotani lalu membacakan susunan tim kerja pawai dan deklarasi damai yang diketuai Sekda  Nataniel D Mandacan, serta melibatkan berbagai instansi lainnya, termasuk TNI dan Polri dan Pemkab Manokwari.

“Pastikan semua aktivitas pemerintahan dan sosial kemasyarakat bisa berlangsung normal. Untuk itu, suasana kebatinan masyarakat harus kita yakinkan bahwa Papua Barat, dimulai dari Manokwari, benar-benar sudah kondusif,” pesannya.

Lakotani mengatakan dirinya tidak bisa menghadiri  pawai damai tersebut karena harus bertugas ke Ambon bersama Kepala Bappeda Papua Barat. Kegiatan di Ambon itu sebenarnya akan digelar di Sorong, tapi kemudian digeser ke Ambon karena situasi yang tak mendukung.

Kepindahan lokasi tersebut merugikan masyarakat Papua Barat, karena perputaran uang dari kegiatan nasional itu semestinya terjadi di Sorong.

Sebelumnya, Asisten I Bidang Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Papua Barat, Musa Kamudi menyebutkan bahawa pelaksanaan pawai dan deklarasi damai ini dimaksudkan untuk mendorong percepatan pemulihan situasi keamanan di daerah tersebut.

Pemprov berharap, deklarasi ini mempercepat proses pemulihan di ibu kota Papua Barat ini. Selain Manokwari merupakan pusat perekonomian dan pasca kericuhan 19 Agustus lalu, seluruh aktivitas terganggu.

“Hampir dua pekan, layanan pemerintahan tidak berjalan efektif. Isu demo kan tersebar begitu cepat, ASN enggan ke kantor karena alasan keamanan. Maka dengan deklarasi ini diharapkan semua menjadi normal kembali,” sebut Musa lagi.

Sesuai rencana, ujar Kamudi menjelaskan, kegiatan deklarasi akan diawali dengan long march dari Jl.Percetakan Manokwari menuju Lapangan Borarsi di Jl.Jenderal Sudirman. Selain orasi cinta damai, kegiatan itu juga akan diisi dengan doa bersama lima agama.

“Masyarakat yang tidak punya aktivitas lain bisa hadir. Kami terus berkoordinasi dengan Polda juga Kodam untuk membahas skenario pengamanannya nanti,” sebut Musa lagi.

Kamudi mengajak masyarakat baik di Manokwari, Sorong, maupun Fakfak serta daerah lain untuk menjaga situasi keamanan wilayahnya agar terus kondusif. Polri dan TNI saat ini sedang bekerja keras agar dua provinsi di ujung timur Indonesia ini aman dan damai.

“Saat ini aparat keamanan yang di-BKO-kan dari daerah lain ke Papua dan Papua Barat cukup banyak. Kasihan, mereka juga meninggalkan anak istri untuk menjaga agar masyarakat di sini merasa aman. Maka mari kita masing-masing pastikan Papua Barat aman, agar mereka juga bisa segera pulang,” ujar Musa. (PB8)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: