BI Akan Bangun Rumah Produksi Sari Buah Pala di Fakfak

MANOKWARI, papuabaratnews.co Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat berkomitmen untuk terus mendorong kualitas produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang telah menjadi klaster binaan mereka di wilayah setempat.

Kepala Unit Pengembangan Ekonomi BI Papua Barat, Aries Purnomohadi, mengatakan, rencana pembangunan rumah produksi sari buah pala UMKM Danaweria di Kabupaten Fakfak telah memasuki tahapan pemilihan desain bangunan.

“Tahun ini kita rencana bangun rumah produksi sari pala,” ujar dia saat dikonfirmasi sejumlah awak media di Manokwari, pekan lalu.

Desain bangunan itu, sambung Aries, tetap mengutamakan konsep pendekatan industri rumah tangga. Jika nanti dalam perjalanan menunjukan perkembangan signifikan, maka dapat direplikasi bahkan ditambah kapasitas rumah produksi tersebut.

“Karena Bank Indonesia dimana-mana tetap ngambilnya konsep industri rumah tangga dulu,” terang dia.

Dia menuturkan, rencana itu sudah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat dan mendapat respon positif. Namun, realisasinya terhambat lantaran ada pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda dunia saat ini.

“Semoga pembatasan penerbangan antar kabupaten/kota di Papua Barat cepat dibuka, supaya kita cepat ke sana untuk memulai rumah produksi,” ujar Aries.

Ia menerangkan, UMKM sari buah pala Danaweria di Fakfak telah dibina sejak beberapa tahun silam. UMKM Danaweria dipilih sebagai sebagai pilot project pengembangan industri rumah tangga dan diharapkan dapat memberi motivasi kepada pemerintah daerah. Sehingga, produk sari buah pala dapat dikelola secara baik dan menjadi produk unggula daerah.

“Sebetulnya industri sari buah pala cukup banyak di sana (Fakfak). Harapannya dari pemerintah daerah bisa mengikuti,” ucap dia.

Selain rencana pembangunan rumah produksi, BI Papua Barat terus berupaya melakukan inovasi produk sari buah pala yang diproduksi dari produk cair ke produk serbuk. Sehingga, mempermudah pemasaran ke luar daerah Papua Barat.

“Kalau dibawa dalam bentuk botolan itu berat, biaya kirim mahal. Kalau dalam bentuk serbuk, itu mudah. Kami support sampai titik itu,” ujar dia.

Ia menuturkan, pemasaran hasi produk sari buah pala tersebut masih dilakukan antar daerah di Papua Barat. Ke depannya, kualitas produk diharapkan terus meningkat untuk menjawab tantangan pangsa pasar luar daerah. (PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: