BI Papua Barat Target Delapan Ribu Merchant Terkoneksi QRIS

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Bank Indonesia menargetkan sebanyak delapan ribu merchant UMKM di Provinsi Papua Barat, terkoneksi dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital. Implementasi QRIS ini akan menjadikan UMKM semakin inklusi.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua Barat Rut Eka Trisilowati mengatakan, target secara nasional penerapan QRIS di seluruh Indonesia adalah 12 juta merchant. Namun, di Papua Barat pencapaian target masih membutuhkan kolaborasi dan sosialisasi yang masif kepada seluruh pelaku usaha serta masyarakat setempat.

“Supaya penambahan merchant di seluruh Papua Barat bisa terpenuhi,” jelas dia saat menggelar konfrensi pers virtual, Selasa (26/1/2021).

Ia melanjutkan, pencapaian target di Papua Barat memang mengalami tantangan. Sebab, banyak pihak merchant mengeluhkan soal kualitas jaringan internet yang belum memadai, pihak provider belum mengkonfirmasi dan pemahaman manfaat penggunaan QRIS atau dompet digital oleh sebagian masyarakat masih minim.

“Nanti 2021 sosilisasi terus dilakukan ke pihak merchant, mahasiswa, instansi pemerintah daerah dan juga komunitas-komunitas,” jelas dia.

Sejak diluncurkan pada Februari 2020, kata dia, BI telah melakukan sosialisasi pengenalan QRIS selama sepekan.

Hingga Januari 2021, jumlah merchant yang sudah mengimplementasikan QRIS sebanyak 7.401 tersebar di 12 kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat.

“Kalau volume transaksi menggunakan QRIS di sini, kita juga sudah berkirim surat ke BI Pusat. Nanti kami akan informasikan,” jelas Eka.

Perlu diketahui, QRIS diperlukan untuk mengantisipasi inovasi teknologi dan perkembangan kanal pembayaran menggunakan QR Code yang berpotensi menimbulkan fragmentasi baru di industri sistem pembayaran. QRIS merupakan hasil pengembangan Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) yang digunakan untuk memfasilitasi transaksi pembayaran di Indonesia.

Dengan adanya QRIS maka seluruh transaksi pembayaran nontunai dapat dilakukan dengan cepat dan aman. Karena, QRIS mengintegrasikan seluruh sistem pembayaran elektronik di semua merchant yang telah bekerjasama dengan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) baik perbankan maupun non perbankan seperti, LinkAja, Gopay, OVO, DANA, Bukalapak dan lainnya.

Masa transisi penggunaan QRIS ini berakhir pada 31 Desember 2019 lalu dan berlaku efektif sejak 1 Januari 2020 di seluruh Indonesia. Sangat diharapkan seluruh penyedia jasa pembayaran nontunai dapat mengadopsi sistem QRIS tersebut.

Kota Sorong terbanyak

Bank Indonesia mencatat jumlah merchant yang sudah menerapkan QRIS terbanyak di Kota Sorong yakni 3.423 merchant. Disusul Kabupaten Manokwari sebanyak 2.328 merchant, Kabupaten Fakfak ada 623 merchant, Raja Ampat ada 304 merchant, Kabupaten Teluk Bintuni ada 228 merchant, Kaimana ada 209 merchant, Kabupaten Sorong Selatan adab 109 merchant, Teluk Wondama ada 69 merchant, Kabupaten Maybrat ada 63 merchant, Manokwari Selatan ada 16 merchant, Pegunungan Arfak ada 16 merchant, dan Kabupaten Tambrauw hanya 13 merchant. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 27 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: