BPBD Siapkan Skenario Penghentian Moda Transportasi

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Provinsi Papua Barat tengah menggodok skenario penutupan akses transportasi darat, laut dan udara, terhitung sejak 6-17 Mei 2021.

Kebijakan ini dilakukan sebagai tindaklanjut keputusan pemerintah pusat terkait pelarangan mudik bagi warga di tengah kondisi cuaca extrem siklon tropis.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Papua Barat,  Derek Ampnir mengatakan penghentian sejenak selama 1 minggu sejak 6 Mei sampai 12 Mei terus dilakukan kajian intensif bersama Dinas Perhubungan sehingga ada kebijakan yang tepat.

“Kita tengah menyiapkan skema penghentian moda transportasi massal untuk 6 Mei nanti sampai 12 Mei,” ujarnya kepada Papua Barat News di Manokwari,  Kamis 15 April 2021.

Derek menyebutkan penghentian aktinitas moda transportasi bertujuan agar mencegah terjadinya kecelakaan di dalam perjalanan. Mengingat seruan dini dampak Siklon Tropis G4W telah diterbitkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN).

“Papua dan Papua Barat masuk dalam wilayah dengan potensi rawan bencana sehingga semua skenario kita lakukan,” paparnya.

Ia menambahkan kesiapan masyarakat di wilayah Papua Barat untuk menyikapi pelaksanaan penghentian moda transportasi selama 1 minggu ke depan. Stok pangan dan kebutuhan makanan harus telah disiapkan sejak awal. Karena penghentian arus kendaraan juga dilakukan termasuk di dalam kota maupun antar kota.

“Kita terus kaji aturan dari pusat seperti apa sehingga dalam penerapannya sesuai regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat,” pungkasnya.  (PB22)

 

**Artikel ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 16 April 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: