BPS Papua Barat Usul Tiga Desa Cinta Statistik

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Pusat Statistik (BPS) mendorong agar desa-desa di Indonesia mampu mengelola data statistik secara mandiri. Melalui program Quick Wins, 100 desa diusulkan menjadi percontohan Desan Cinta Statistik.

Kepala BPS Provinsi Papua Barat Maritje Pattiwaellpia mengatakan, ada tiga desa dari Papua Barat telah diusulkan dalam program desa melek statistik yakni Desa Sumber Boga Kabupaten Manokwari, Desa Arar Kabupaten Sorong dan Desa Saunek Kabupaten Raja Ampat. “Tiga desa yang diusulkan,” kata Maritje saat dikonfirmasi awak media di Manokwari, Senin 26 April 2021.

Selain menjadi pembina statistik sektoral, sambung dia, BPS juga berperan meningkatkan tata kelola data statistik di kawasan perdesaan. Kegiatan ini memiliki tujuan mempercepat penyediaan data yang dibutuhkan oleh pemerintah dalam setiap program kerja.Seperti BKKBN, Kemensos dan Kemendes.

Melalui program Quick Wins, pendataan bisa merujuk pada satu data statistik yang terintegrasi.  “Mengarah ke satu data Indonesia,” jelas dia.

Ia melanjutkan, selama ini desa menjadi objek dalam pengelolaan data statistik. Misalnya, proses sensus penduduk dan lain sebagainya yang memerlukan pendataan di desa. Apabila desa telah mampu mengelola data statistik, maka kegiatan sensus penduduk dapat berjalan lebih efektif dan efisien. “Apalagi sekarang desa-desa sudah banyak dapat bantuan dari pemerintah,” terang dia.

Dia menjelaskan, pengusulan tiga desa itu dilakukan oleh pihak BPS kabupaten yang disesuaikan dengan ketentuan dari BPS provinsi. Untuk peresmian tiga desa sebagai percontohan Desa Cinta Statistik di Papua Barat, masih dalam tahap koordinasi dengan pemerintah desa hingga pemerintah kabupaten masing-masing.

“Ini masih tahap awal. Pelaunchingan tahun ini tapi masih dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten,” tutur dia.

Setelah diresmikan, kata dia, tim dari BPS akan memberikan pendampingan secara rutin selama setahun sampai perangkat desa memahami pengelolaan data statistik tersebut. Untuk mekanisme pelatihan dan pendampingan terhadap perangkat desa, BPS Papua Barat masih menunggu petunjuk teknis dari BPS Pusat di Jakarta. “Tunggu petunjuk dari pusat,” tutur Maritje.

Mantan Kepala BPS Provinsi NTT ini berharap, tiga desa tersebut bisa berhasil dalam pengelolaan data statistik secara profesional. Sehingga, penyediaan data yang akurat dapat diperoleh mulai dari tingkat desa. Setelah 100 desa di Indonesia, BPS Pusat akan mengevaluasi untuk melanjutkan program itu ke tahun-tahun berikutnya. Supaya seluruh desa dapat menggunakan data dalam menentukan arah pembangunan desa.

“Kalau desa punya data update penduduk dan potensi ekonomi kan enak,  tinggal dikompilasi lagi. BPS dan kementrian lembaga lain tidak perlu survei lagi. Data sudah ada, tinggal mereka kirim,” ungkap Maritje.

Sebagai informasi, program Desa Cinta Statistik merupakan bentuk tanggung jawab BPS dalam melakukan pembinaan statistik sektoral sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1987 tentang Statistik. Program ini sejalan dengan semangat satu data Indonesia untuk mewujudkan keterpaduan perencanaan pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian pembangunan. Nantinya, sistem informasi desa berbasis masyarakat dapat diimplementasikan dengan optimal. (PB15)

 

**Artikel ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 27 April 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: