BPS Papua Barat Target Sensus Online Capai 3 Persen

[Berita ini telah terbit di harian Papua Barat News edisi Kamis, 16 Januari 2020]

 

MANOKWARI, PB News – Sensus penduduk dilakukan setiap 10 tahun sekali, dan pelaksanaan sensus tahun 2020 (sensus ketujuh) akan mengkolaborasikan dua metode yaitu manual dan online.

Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat menargetkan realisasi penerapan sensus online di wilayah setempat, hanya mampu mencapai angka 3 persen. Rendahnya penentuan target disesuaikan dengan kondisi daerah yang belum terlayani dengan jaringan internet secara menyeluruh. Sisa target sebesar 93 persen nantinya akan dilakukan dengan metode konvensional.

“Sebelumnya kita akan melakukan ground check ke setiap lingkungan setempat dengan membawa daftar penduduk,” kata Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaellapia, Rabu (15/1/2020).

Ia berharap bahwa target 3 persen itu dapat tercapai, sebab pelaksanaan sensus penduduk secara online membutuhkan peran aktif dari masyarakat untuk mendata dirinya sendiri melalui website resmi sensus.bps.go.id.

Dari 13 kabupaten/kota di Papua Barat, hanya beberapa daerah yang berpotensi dapat melaksanakan sensus penduduk secara online seperti di Kota Sorong, Kota Manokwari serta daerah perkotaan lainnya. Jadwal pelaksanaan sensus online dimulai sejak 15 Februari sampai 31 Maret 2020, selanjutnya pada Juni 2020 BPS akan menerapakan sensus manual yang melibatkan tiga ribuan petugas untuk mencacah dari rumah ke rumah (door to door).

Dalam waktu dekat, kata dia, BPS Papua Barat akan menggelar rapat koordinasi (Rakor) tingkat kecamatan guna mengoptimalkan pelaksanaan sensus online. Rapat ini lebih diprioritaskankan bagi daerah-daerah di Papua Barat yang telah terkoneksi layanan internet.

“Akhir Januari ini atau awal Februari kita adakan rapat di kecamatan, dan kita harap seluruh kepala desa hadir,” ujar dia.

Pelaksanaan sensus ketujuh ini juga akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota. Sehingga dalam penyelenggaraan sensus, BPS mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat.

“Nanti juga ada rapat tingkat provinsi, jadi seluruh OPD diharapkan hadir,” tutur dia.

Maritje juga berharap, ketika pelaksanaan sensus manual para petugas tidak mengalami hambatan. Untuk itu, masyarakat diminta tetap berada di rumah.
Sebelumnya, ia menjelaskan bahwa implementasi sensus penduduk berbasis online ini memiliki perbedaan mendasar dari sensus sebelumnya yakni pemanfaatan metode kombinasi (Combined Method). Dengan metode ini, sambung dia, data administrasi yang tersedia di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementrian Dalam Negeri dikombinasikan dengan hasil pencacahan petugas di lapangan baik melalui pendataan mandiri (Sensus penduduk online) maupun manual dari rumah ke rumah.(PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: