Bupati Demas Usul Penutupan Akses Orang Masuk

MANOKWARI, papuabaratnews.coPenyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) yang telah menyerang sejumlah daerah di Indonesia turut menimbulkan kepanikan publik di Kota Manokwari, lantaran pemerintah daerah belum mengeluarkan kebijakan untuk menutup seluruh akses orang masuk melalui pelabuhan udara dan laut.

Menyikapi kekhawatiran warga, Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan mengusulkan agar Bandara Rendani Manokwari dan Pelabuhan Manokwari ditutup sementara waktu. Usulan penutupan ini tertuang melalui surat Nomor 443.1/399 tertanggal 24 Maret 2020, dan ditujukan kepada Gubernur Provinsi Papua Barat.

“Surat permohonan itu kita kirim ke Gubernur Papua Barat, keputusan dan kewenangan ada di tangan gubernur,” ujar dia kepada sejumlah awak media saat melakukan peninjauan ke Pelabuhan Manokwari, Kamis (26/3/2020).

Dia menerangkan, usulan penutupan sementara pelabuhan laut dan udara di wilayah setempat itu menjadi langkah antisipasi penyebaran Covid-19 ke Kota Injil. Penutupan tersebut hanya berlaku untuk mobilitas orang dalam jangka waktu yang belum ditentukan, hingga wabah virus korona berakhir.

“Kalau penerbangan cargo dan kapal barang kita tidak tutup, jadi hanya penumpang saja,” tegas Demas.

Bupati lalu berharap, surat yang dikirim tersebut dapat direspon oleh pemerintah provinsi sehingga usulan penutupan akses orang masuk dapat diterapkan guna memutus rantai penyebaran virus korona.

Usulan penutupan itu, sambung dia, didasari pada rendahnya pemahaman masyarakat terhadap istilah orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Kebanyakan warga berpendapat bahwa ODP dan PDP menandakan virus korona telah menyebar di Kota Manokwari.

“ODP saja itu mereka (Masyarakat, red) bilang semua sudah kena,” kata dia.

Bupati juga memastikan, hingga kini di Kabupaten Manokwari belum ditemukan adanya pasien yang positif terjangkit virus korona. Dengan demikian, masyarakat diminta tetap waspada dan menerapkan imbauan dari pemerintah terkait kebijakan physical distancing (Menjaga jarak fisik antar sesama) serta mengikuti protokoler kesehatan dalam kehidupan sehari-hari seperti, menggunakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun dan menjaga kesehatan fisik.

Awasi kenaikan harga pangan

Pemerintah pusat telah memperpanjang status darurat Covid-19 hingga 29 Mei 2020. Selama rentan waktu tersebut, pemerintah daerah melalui instansi teknis bersama Satgas Pangan dari kepolisian akan memantau fluktuasi harga komoditas pangan di pasaran.

Pemerintah Kabupaten Manokwari pun siap melakukan pengawasan ketat terhadap lonjakan harga bahan pangan, jika Pemerintah Provinsi Papua Barat menyetujui usulan penutupan akses orang masuk melalui Bandara Rendani dan Pelabuhan Manokwari.

“Itu akan dipantau oleh dinas terkait dan aparat keamanan. Kalau harga gula itu melonjak secara nasional,” ujar Bupati Demas Mandacan. (PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: