Dinkes Gelar Rakor Peningkatan SDMK

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat meyakini betul peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan dimulai dari perencanaan yang baik, terstruktur dan jelas.

Komitmen tersebut dilaksanakan dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang diikuti oleh perwakilan Dinas Kesehatan, Kepala Rumah Sakit dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) se Papua Barat di Manokwari,  Kamis 10 Juni 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan mengatakan pelaksanaan Rakor bertujuan untuk menyiapkan perencanaan terpadu dan terintegrasi dalam pengembangan SDMK di setiap daerah.

Menurutnya dalam tahapan pengembangan SDMK yang meliputi, perencanaan tenaga kesehatan, pengadaan tenaga,  pendayagunaan, dan pembinaan harus dirumuskan secara terstruktur dan jelas sehingga dapat menjadi patokan penentuan kebijakan di setiap daerah.

“Perencanaan tenaga kesehatan dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK)  harus dimulai dari perencanaan yang baik,” ujarnya di Manokwari,  Kamis (10/6/2021).

Otto menyatakan perencanaan tenaga kesehatan (Nakes) yang baik dan terstruktur akan menjadi acuan pemerintah daerah dalam melakukan pengusulan pegawai kesehatan sesuai dengan kebutuhan daerah yang telah direncanakan.

Dirinya berharap kerjasama antara Dinas Kesehatan dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) di kabupaten/kota sangatlah penting dalam pengembangan SDMK dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

“Dengan adanya perencanaan maka proses pengadaan pegawai di sektor kesehatan dapat dijadikan acuan oleh Kepala daerah,  sehingga membantu Menteri Kesehatan maupun Menpan RB dalam menentukan kuota pegawai kesehatan di tiap daerah,” paparnya.

Dia menambahkan, khusus untuk formasi nakes yang telah disiapkan oleh Dinkes untuk memenuhi kebutuhan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Barat sebanyak 200 nakes.

Diakuinya, walaupun kuota kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah namun fokus penerimaan pegawai tidak hanya pada sektor kesehatan. Sektor layanan lainnya juga dibuka seperti, pendidikan dan pemerintahan. Kondisi ini harus disadari oleh nakes untuk tetap bekerja bagi kepentingan masyarakat.

“Kita berharap kesehatan mendapat prioritas dalam perekrutan pegawai formasi 2019 dan 2020 nanti sehingga menjawab kebutuhan di daerah,” pungkasnya.  (PB22)

 

**Berita ini Terbit di Harian Papua Barat ews Edisi Jumat 11 Juni 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: