Disparitas Kemiskinan Kota dan Desa Masih Tinggi

[Berita ini telah terbit di Harian Papua Barat News edisi Kamis 16/1/2020]

 

MANOKWARI, PB News – Disparitas kemiskinan yang terjadi antara wilayah perkotaan dan perdesaan di Provinsi Papua Barat, masih sangat tinggi. Meskipun dari tahun ke tahun, terus mengalami penurunan.
Hasil survei Badan Pusat Statisik (BPS) Provinsi Papua Barat, jumlah penduduk miskin yang tinggal di kawasan perdesaan pada September 2019 sebanyak 33,20 persen atau setara 185,34 ribu orang. Sedangkan penduduk miskin di perkotaan hanya mencapai 5,47 persen atau setara 22,25 ribu orang. Untuk periode Maret 2019 jumlah penduduk miskin di perdesaan tercatat 34,19 persen, sedangkan di perkotaan 5,63 persen.

“Tahun 2019 (Maret ke September 2019) tingkat kemiskinan di daerah perkotaan turun 0,16 persen poin dan perdesaan turun sebesar 0,99 persen poin,” ujar Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaelapia, saat memaparkan data kemiskinan dan ketimpangan terbaru di aula BPS Papua Barat, Rabu (15/1/2020).

Ia melanjutkan, disparitas jumlah penduduk miskin periode Maret 2018 silam juga tampak jelas yakni penduduk miskin yang tinggal di wilayah perdesaan mencapai 35,31 persen, sedangkan jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan tercatat 5,10 persen. Kemudian, pada periode September 2018 jumlah penduduk miskin yang tinggal di desa mencapai 34,29 persen, sedangkan kemiskinan di kawasan perkotaan mencapai 5,57 persen.

“Dari tahun ke tahun itu ada penurunan tingkat kemiskinan di wilayah desa dan kota,” terang dia.

Pemerintah pusat maupun daerah, kata dia, telah menggulirkan berbagai program bantuan sosial untuk mengatasi masalah disparitas kemiskinan antara desa dan kota. Namun, program tersebut tidak serta merta mampu menekan angka disparitas kemiskinan antara desa dan kota secara signifikan. Apalagi, kondisi daerah Papua Barat yang notabene masih terbentur dengan masalah konektivitas antar wilayah.

“Agak sulit memang kalau mau turunnya drastis,” jelas mantan Kepala BPS NTT ini.

Secara umum, sambung Maritje, jumlah penduduk miskin di Provinsi Papua Barat mengalami penurunan. Data BPS menggambarkan, jumlah penduduk miskin pada September 2017 tercatat sebanyak 212,86 ribu orang (23,12 persen). Jumlah penduduk miskin mengalam penurunan pada Maret 2018 menjadi 214,47 ribu orang (23,01 persen). Kemudian, pada periode September 2019 jumlah penduduk miskin turun menjadi 213,67 ribu orang (22,66 persen). Selanjutnya, pada Maret 2019 jumlah penduduk miskin di Papua Barat tercatata 211,50 ribu orang (22,17 persen). Dan, untuk periode September 2019 jumlah penduduk miskin mengalami penurunan menjadi 207,59 ribu orang (21,51 persen).

“Antara Maret 2019 hingga September 2019 jumlah penduduk miskin di Papua Barat turun sebanyak 3,91 ribu orang atau setara 0,66 persen poin,” pungkas dia.(PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: