Ekspor Papua Barat Meningkat 10,29 Persen

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat mencatat realisasi ekspor pada Maret 2021 mencapai 146,49 juta dolar AS. Jumlah ini naik 10,29 persen (month to month/mtm), bila dibandingkan dengan periode Februari 2021 yakni 132,82 juta dolar AS.

Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaellapia mengatakan, peningkatan realisasi ekspor juga terjadi secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 22,48 persen jika dibandingkan dengan Maret 2020 yang hanya mencapai 119,60 juta dolar AS.

“Ekspor kita tumbuh ya baik secara tahunan maupun bulanan,” ucap Maritje saat menggelar konferensi di Aula BPS, Senin 3 Mei 2021.

Dia menjelaskan, peningkatan nilai ekspor tersebut didominasi oleh sektor minyak dan gas (migas) sebanyak 141,99 juta dolar AS atau sekitar 96,39 persen dari total ekspor Papua Barat pada Maret 2021.

Realisasi ekspor migas ini tumbuh sebesar 22,45 persen (yoy) bila dibandingkan dengan periode Maret 2020 yang hanya 115,95 juta dolar AS.

“Secara bulanan, ekspor migas juga meningkat 8,94 persen (mtm) jika dibandingkan dengan Februari 2021 sebesar 130,33 juta dolar AS,” jelas dia.

Dia melanjutkan, kontribusi sektor non migas terhadap total ekspor Papua Barat periode Maret 2021 hanya 3,07 persen dengan realisasi 4,50 juta dolar AS. Kinerja ekspor non migas ini meningkat sangat signifikan sebesar 80,99 persen (mtm), jika dibandingkan periode Februari 2021 yang hanya 2,48 juta dolar AS.

“Kalau secara tahunan, ekspor non migas tumbuh 2,72 persen (yoy) dibanding periode yang sama tahun 2020,” terang dia.

Maritje menjelaskan, realisasi ekspor secara keseluruhan (migas dan non migas) dari Januari sampai Maret 2021 mengalami fluktuasi. Tercatat, nilai ekspor Januari tembus 197,11 juta dolar AS turun menjadi 132,82 juta dolar AS pada Februari dan kembali meningkat pada Maret menjadi 146,49 juta dolar AS.

“Dari Januari sampai Maret ini fluktuasi ya,” terang dia.

Maritje menerangkan, ada tiga negara yang menjadi tujuan terbesar ekspor dari Papua Barat selama Maret 2021 yaitu Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan.

Realisasi ekspor ke Tiongkok mencapai 86,78 juta dolar AS atau 59,24 persen dari total ekspor Papua Barat. Kemudian, Jepang sebanyak 42,72 juta atau 29,16 persen dari total ekspor. Dan, realisasi ekspor ke Korea Selatan sebanyak 14,17 juta dolar AS atau 9,67 persen dari total ekspor.

“Ada juga negara lain yang menjadi tujuan ekspor tapi nilainya tidak besar. Seperti Hongkong, Singapore, Timor Leste, Italia, PNG, dan lainnya,” tutur mantan Kepala BPS Provinsi NTT ini.

Dia merincikan, apabila ditinjau dari golongan barang maka bahan bakar mineral menjadi golongan barang yang memiliki nilai ekspor terbesar. Realisasinya mencapai 141,98 juta dolar AS atau tumbuh 8,9 persen (mtm) jika dibandingkan Februari 2021 yang tercatat 130,33 juta dolar AS. Disusul barang-barang perhiasan sebanyak 2,17 juta dolar AS, ikan dan udang sebanyak 0,98 juta dolar AS, garam dan belerang 0,76 juta dolar AS, daging dan ikan olahan 0,45 juta dolar AS, serta barang lainnya sekitar 0,14 juta dolar AS.

Pelabuhan Bintuni terbesar

BPS mengungkapkan, ekspor Papua Barat terbesar dilakukan di pelabuhan laut Teluk Bintuni dengan nilai 141,98 juta dolar AS atau 96,93 persen dari total ekspor pada Maret 2021. Disusl oleh pelabuhan udara Soekarno-Hatta sebanyak 2,45 juta dolar AS atau 1,67 persen, pelabuhan laut Tanjung Perak sebanyak 1,05 juta dolar AS atau 0,71 persen, pelabuhan laut Manokwari sebanyak 0,82 juta dolar AS atau 0,56 persen, pelabuhan udara Sultan Hasanuddin sebesar 0,19 juta dolar AS atau 0,13 persen.

“Dan pelabuhan laut Tanjung Priok serta pelabuhan udara Ngurah Rai,” pungkas Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaellapia. (PB15)

**Berita ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 6 Mei 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: