Galang Dana dari Manokwari untuk Geisler AP

MANOKWARI, papuabaratnews.coSemestinya pemerintah daerah memberikan perhatian besar terhadap putra putri asli Papua yang memiliki prestasi. Apalagi prestasi di bidang olahraga berskala internasional. Namun, sangat di sayangkan kondisi Juara World Boxing Council (WBC) Asia, Geisler Ap, yang akan merebut gelar World Boxing Association (WBA) melawan petinju asal Pakistan Muhammad Bilal, pada 20 Juli 2019 di Jayapura.

Geisler selaku promotor harus membayar Rp400 juta ke badan tinju WBC dan WBA masing-masing sebesar Rp200 juta. Dan, pihak Geisler baru menyanggupi Rp185 juta, sisanya Rp215 juta membutuhkan uluran tangan dari pemerintah maupun masyarakat di Tanah Papua ini.

Merespon kondisi yang dialami Geisler, pihak Komunitas Peduli Kemanusiaan (KPK) Manokwari pun langsung mengadakan aksi penggalangan dana di jalanan.

Ketua KPK Manokwari, Hilda Prawar, menjelaskan, dasar aksi penggalangan adalah keprihatinan terhadap kekurangan dana yang dialami petinju asli Papua itu. Galang dana itu dilakukan juga bersama Dewan Adat Papua (DAP) wilayah III Domberay dan Kepala Suku Biak Manokwari di sejumlah perempatan lampu merah di Kota Manokwari, Kamis (11/7/2019).

“Kita langsung peduli setelah melihat postingan di FB. Seolah-olah tidak ada perhatian dari pemerintah untuk promotornya Geisler Ap  yang kekurangan dana. Karena itu kami turun ke jalan,” jelasnya saat dikonfirmasi oleh papuabaratnews.co.

Aksi turun ke jalan dan melakukan penggalangan dana ini memang kecil namun, Hilda meyakini sangat bermanfaat bagi tim promotor Geisler Ap. Dan, uang hasil penggalangan dana itu akan diserahkan secara langsung ke Geisler yang datang ke Manokwari, pada Sabtu (13/7/2019).

“Hari ini terkumpul Rp4.473.000 dan kita akan terus melakukan penggalangan dana sampai besok (Hari ini). Geisler Ap rencananya Sabtu akan datang, dan kita akan serahkan bantuan lansung kepadanya di Pantai BLK,” ucapnya.

Senada dengan itu, Ketua DAP wilayah III Domberay, Paul Finsen Mayor, mengatakan, keterlibatan DPA dalam aksi penggalangan dana adalah bentuk peduli terhadap kondisi petinju asli Tanah Papua yang telah mengharumkan nama daerah, tetapi mengalami kesulitan dana.

“Geisler Ap adalah salah satu petinju yang mewakili Indonesia dan berasal dari Papua. Karena itu dukungan kita merupakan bentuk dukungan bagi Tanah Papua,” bebernya.

Paul meminta agar Pemerintah Provinsi Papua Barat dapat memperhatikan perjuangan Geisler Ap yang mengangkat nama Papua di level Internasional. Karena itu, kekurangan dana yang harus dibayar adalah persoalan bersama termasuk gubernur selaku kepala daerah.

“Kita tahu Gubernur sangat sibuk, tetapi kita berharap beliau dapat melihat apa yang kita buat ini. Saya yakin beliau mengetahuinya sehingga ada bantuan yang bisa diberikan,” ucap dia.

Sementara itu,  Kepala Suku Biak Kabupaten Manokwari, Petrus Makbon, menegaskan, Geisler Ap bukan lagi milik orang Biak tetapi kini melalui turnamen internasional yang akan dilakoninya sejatinya dia telah menjadi milik Papua. Karena itu, orang Papua harus merasa memiliki Geisler Ap sebagai salah satu putra terbaik yang akan mengharumkan nama Papua maupun Indonesia di kancah Internasional.

“Penampilannya nanti membawa nama Indonesia, sekalipun dia orang Biak, tetap dia adalah anak Papua,” tutupnya.

Dikutip dari kompas.com, Kepala Polda Papua Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja memberikan bantuan kepada Geisler sebesar Rp100 juta. Menuru Rudolf sosok Geisler merupakan aset Indonesia yang harus mendapat perhatian dari berbagai kalangan.

Dirinya berharap agara Geisler dapat meraih gelar WBA dalam pertandingan nantinya melawan petinju asal Paksitan.(PB22)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: