Gubernur Letakan Batu Pertama Sekolah Alkitab Ikatan 10 Meyah

MANOKWARI,  papuabaratnews.co – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menghadiri rangkaian kegiatan peletakan batu pertama dan pengesahan 20 siswa-siswi Sekolah Alkitab Ikatan 10 Majelis Daerah (MD) Meyah, Distrik Sidey, Manokwari, Sabtu (29/8/2020).

Gubernur mengungkapkan, peletakan batu pertama dan pengesahan 20 siswa diharapkan menjadi indikator peningkatan kualitas masyarakat Meyah. Sehingga pendidikan sekolah Alkitab Ikatan 18 MD Meyah terus berkembang.

“Pemerintah berharap sekolah Alkitab angkatan pertama ini terus berkembang bagi pelayanan kepada warga jemaat GPKAI,” ujarnya.

Dominggus meminta agar peran gereja dan orang tua menjaga anak-anak dari Bahaya narkoba. Diakuinya narkoba justru akan merusak generasi penerus anak-anak Meyah ke depan.

“Mari kita jaga agar anak-anak kita  terhindar dari bahaya narkoba,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Yustinus Mosyoi mengatakan, peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Alkitab Ikatan 10 MD Meyah dimaksudkan untuk melestarikan bahasa Meyah. Menurutnya kehadiran sekolah Alkitab bagi putra/putri Meyah maka bahasa Meyah dalam Alkitab tidak punah.

“Sekolah ini harus bangun agar bahasa Meyah di dalam Kitab Suci tetap bertahan,” ujarnya.

Yustinus menyebutkan pembiayaan penyelenggaraan Sekolah sepenuhnya dibebankan kepada jemaat. Sebanyak 20 siswa/siswi tidak dibebankan biaya penuh. Sehingga diharapkan ke depannya ketika selesai pendidikan  dapat kembali melayani jemaat.

“Kita berharap angkatan pertama ini dapat berhasil sehingga mereka memiliki kemampuan dasar dalam melayani jemaat,” pungkasnya. (PB22)

**Artikel ini Sudah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 31 Agustus 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: