Gubernur Mandacan Raih Penghargaan Internasional

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan menerima penghargaan ‘Pahlawan Konservasi Global’ karena dinilai memegang komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan di daerah itu.

Penghargaan internasional “Pahlawan Konservasi Global” itu diberikan dalam acara Gala Dinner Organisasi Non-Profit Conservation International (CI) yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat, Sabtu (8/6/2019).

“Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan dunia internasional atas upaya Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam menjaga hutan, laut serta menjamin pemenuhan hak-hak masyarakat asli Papua Barat dengan pendekatan pembangunan yang berkelanjutan serta ramah lingkungan,” ujar Dominggus dalam keterangan tertulis KJRI Los Angeles seperti yang dirilis Biro Humas dan Protokoler Pemprov Papua Barat, Senin (10/6/2019).

Komitmen Gubernur Papua Barat dalam menjaga kelesaltarian alam ini didukung dengan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) Pembangunan Berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip-prinsip pembangunan yang ramah lingkungan, telah disahkan DPR Papua Barat beberapa waktu lalu di Manokwari.

Lewat Perdasus itu, kata Dominggus Mandacan, Papua Barat disebut menjadi ‘provinsi konservasi’ dimana minimal 70 persen area hutan dan ekosistemnya akan dilindungi dan dikelola secara berkelanjutan. Peraturan itu juga disebut sebagai Deklarasi Manokwari.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Pemprov Papua Barat, Charlie D Heatubun menuturkan Gubernur Dominggus Mandacan ikut serta mendorong disahkannya Perdasus itu. Dominggus juga disebut melakukan sejumlah program untuk pelestraian lingkungan lainnya.

“Penghargaan ini juga sebagai bentuk penghargaan atas kepemimpinan serta komitmen Bapak Gubernur yang telah mendorong disahkannya Perdasus tersebut, selain daripada kebijakan-kebijakan instrumental lainnya, seperti review Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi, review Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), penambahan dan perluasan kawasan lindung serta penyusunan Rencana Induk dan Peta Jalan Pengembangan Ekonomi Hijau dan Biru,” tutur Charlie. (PB8)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: