Gubernur Papua Barat Tunggu Dokumen Usulan DOB Meyah

MANOKWARI, papuabaratnews.coRencana pemekaran daerah otonomi baru (DOB) Kabupaten Meyah, mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Untuk itu, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) sebagai kabupaten induk, harus segera memasukan seluruh dokumen terkait usulan tersebut ke pemerintah provinsi setempat.

“Aspirasi harus datang dari masyarakat dan kabupaten induk harus memasukan dokumen akademis sebagai bahan pengajuan atas usulan pemekaran,” ujar Gubenur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam kunjungan ke Distrik Testega, Kabupaten Pegaf, Sabtu (13/3/2021).

Selain itu, sambung Dominggus, Pemerintah Kabupaten Pegaf juga harus menyertakan dokumen pelepasan tanah adat dari pemilik hak ulayat. Karena, dokumen itu merupakan syarat utama proses pengusulan pemekaran DOB.

“Harus ada pernyataan pelepasan tanah adat,” tutur dia.

Dia menerangkan, belajar dari pengelamana pemekaran DOB Kabupaten Teluk Bintuni dan Wondama jauh lebih cepat dibandingkan dengan Pegaf dan Manokwari Selatan. Proses persetujuan pemekaran DOB, membutuhkan waktu dan pertimbangan karena berkaitan langsung dengan kemampuan keuangan negara.

“Sampai saat ini moratorium DOB belum dicabut oleh Presiden, karena itu kita siapkan dulu (Dokumennya, red),” terangnya.

Senada dengan itu, Bupati Pegaf Yosias Saroy menegaskan, dokumen usulan pemekaran DOB Kabupaten Pegunungan Meyah akan segera dilaksanakan. Dan, dalam waktu dekat segera melakukan kerja sama dengan Universitas Papua untuk mempersiapkan dokumen akademis pemekaran DOB Kabupaten Pegunungan Meyah.

“Kami mendukung penuh usulan pemekaran DOB Pegunungan Meyah,” beber bupati.

Untuk mempercepat pemekaran, Pemerintah Kabupaten Pegaf juga segera menyiapkan tim kerja pemekaran dan anggaran awal untuk tim kerja. Menurutnya, Pegaf layak untuk mengajukan usulan pendirian DOB karena telah menghitung daya kemampuan anggaran belanja daerah.

“Kita telah menghitung kemampuan anggaran daerah untuk membiayai kerja tim DOB,” ucap bupati.

Sementara itu, Ketua Tim Pemekaran DOB Pegunungan Meyah Matias Dowansiba menyatakan, pihaknya siap bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat agar persiapan dokumen pengusulan DOB berjalan lancar.

Usulan pemekaran itu sepenuhnya berasal dari masyarakat. Karena itu proses pengusulan adalah aspirasi masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan perempuan di wilayah Meyah.

“Usulan ini adalah aspirasi murni masyarakat, bukan atas kemauan segelintir orang,” tandasnya.

Ia berharap dukungan bupati dan gubernur dapat melancarkan proses pengusulan pemekaran DOB Kabupaten Pegunungan Meyah segera sampai di Kemendagri.

“Kita berharap dukungan kabupaten dan provinsi agar usulan pemekaran segera masuk ke pusat,” pungkas.(PB22)

‘Berita ini telah terbit di Harian Papua Barat News edisi Senin 15 Maret 2021’

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: