Hari Perempuan Internasional, Aktivis Perempuan Manokwari Desak RUU PKS Disahkan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Aktivis perempuan di Manokwari yang tergabung dalam Aliansi Peduli Perempuan menuntut agar Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual segera disahkan. Pengesahan RUU PKS itu mendesak karena tingginya angka kekerasan seksual terhadap perempuan, termasuk di Manokwari.

Tuntuan itu mereka sampaikan dalam aksi diam saat peringatan Hari Perempuan Internasional di kawasan lampu merah Haji Bauw Wosi, Manokwari, Senin (8/3/2021). Dalam aksi tersebut, para aktivis perempuan menyampaikan keresahan mereka melalui tulisan di kertas karton, tanpa bersuara.

Setiap lampu merah menyala, sebagian aktivis perempuan tersebut berdiri di tengah jalan, di depan para pengendara yang berhenti. Mereka memperagakan tulisan di kertas karton masing-masing. Pesan yang disampaikan beragam, antara lain, ”Manokwari zona bebas kekerasan seksual”, ”Berikan hak kepada perempuan melahirkan”, ”Aku diperkosa dan dibuat lebam, tapi kalian menyuruhku diam”, “Stop eksploitasi seksual terhadap perempuan”, “Lindungi kami dari kekerasan seksual,” dan “Sahkan RUU PKS”.

Aktivis perempuan Manokwari Jehan Julaicha mengatakan, aksi diam merupakan gambaran kekecewaan terhadap pemerintah yang tidak kunjung mengesahkan RUU PKS. Padahal, RUU ini sangat penting dalam upaya penghapusan kekerasan seksual terhadap perempuan yang masih terus terjadi.

”Sebenarnya hati dan pikiran kami berteriak, tapi kami diam karena merasa sudah sangat kecewa. Pemerintah menganggap kekerasan seksual sangat sepele. Mereka lupa kekerasan seksual itu adalah persoalan sangat rumit. Ketika korban tidak pernah dipulihkan, ia tidak akan menemukan titik terang dalam kehidupan, seperti lingkaran setan,” kata Jehan.

“Karenanya kami mendesak DPR agar segera memasukan kembali RUU PKS dalam Prolegnas 2021 untuk dibahas dan disahkan menjadi Undang-Undang,” lanjut Jehan.

Menurut Jehan, ketidaksetaraan hak antara laki-laki dan perempuan yang selama ini terjadi merupakan salah satu bentuk pengkhianatan yang dilakukan oleh negara kepada rakyatnya. Korban kekerasan dan pelecehan seksual terus tumbuh dan berkembang dari hari ke hari. Statistik dari sejumlah lembaga survey dan organisasi pejuang hak-hak perempuan menunjukkan secara jelas bahwa masih ada diskriminasi yang masif dilakukan terhadap perempuan.

“Perempuan tidak betul-betul dilindungi oleh negara. Ditambah lagi, masih banyak korban kekerasan seksual yang tidak mendapatkan advokasi dan penanganan hukum yang serius dari aparat penegak hukum,” kata dia.

Dikatakannya, perjuangan terhadap kesetaraan gender tidak bisa disuarakan oleh perempuan semata. Akan tetapi juga menjadi perjuangan bersama segenap komponen masyarakat. Papua Barat khususnya Manokwari dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan grafik peningkatan kekerasan terhadap perempuan yang sangat tinggi.

“Ini mengindikasikan bahwa kekerasan terhadap perempuan masih cukup tinggi,” beber Jehan.

Dirinya mengungkapkan, selain kekerasan seksual, keterlibatan dan peran serta perempuan dalam domain publik yang masih sangat terbatas juga merupakan bentuk pengkerdilan terhadap upaya emansipasi yang sering digelorakan. Hal tersebut bukan saja membunuh tetapi bahkan mengubur dalam-dalam potensi dimensi yang dimiliki perempuan sebagai warga negara selain fungsi kodrat yang melekat pada dirinya.

“Harus disadari bahwa selain memiliki fungsi kodrat, perempuan juga memiliki fungsi sosial untuk mendapatkan perlakuan yang sama sebagai warga negara,” tegas perempuan yang ikut mendirikan organisasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Manokwari tersebut.

APP merupakan gabungan dari beberapa Organisasi Mahasiswa diantaranya LMND Eksekutif Kota Manokwari, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manokwari, Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Manokwari dan Komunitas Rumah INA Manokwari. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 9 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: