Kualitatif Kelulusan Jadi Indikator Pendidikan Bermutu, Soal USBN 2018 Harus Berkualitas

 

MANOKWARI, PB News – Upaya pemerintah memacu mutu pendidikan perlu ditopang oleh kompetensi guru dalam melakukan penyusunan naskah ujian sekolah berstandar nasional (USBN), karena salah satu indikator penentu adanya peningkatan mutu pendidikan adalah kualitas soal tersebut.
Kepala Pembinaan Ketenagaan Kependidikan dan Penyelenggara Tugas Pembantuan, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Papua Barat, Sudjanti Kamat, S.Sos.,M.Si, mengatakan, pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan materi USBN menjadi formula konkret menggenjot kualitatif kelulusan sekolah.
“Setiap tahunnya kami (Disdik,red) mau ada peningkatan kualitas soal itu sendiri,” ujar Sudjanti, saat dikonfirmasi Papua Barat News, Jumat (9/3/2018).
Dia menjelaskan,  penyelenggaran bimtek melibatkan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dari setiap sekolah di kabupaten/kota, baik yang sudah mengimplementasikan metode ujian nasional berbasis komputerisasi (UNBK) maupun sekolah yang masih menggunakan sistem ujian berbasis kertas dan pensil (UNKP). Untuk 2018, pelaksanaan UNBK hanya diikuti 77 dari 120 sekolah menengah atas (SMA) dan 19 dari 52 sekolah menengah kejuruan (SMK) di Papua Barat.

“Pesertanya semua MGMP dari berbagai bidang studi di kabupaten kota di Papua Barat, baik yang sudah UNBK maupun UNKP semua ada,” terang dia selaku ketua panitia pelaksanaan USBN 2018.
Setelah mengikuti bimbingan dari pihak Penjamin Mutu Lembaga Pendidikan (LPMP) Provinsi Papua Barat, maka proses penyusunan soal akan dilakukan di masing-masing sekolah. Dan sesuai dengan instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kontribusi soal dari provinsi sebanyak 75 persen sedangkan jumlah soal dari pusat hanya 25 persen.
“Nanti mereka (guru, red) kembali ke masing-masing sekolah untuk menyusun soal, kisi-kisi dan lainnya,” kata dia.
Sudjanti juga menuturkan, penerapan kurikulum 2013 (K-13) yang merupakan kurikulum tetap pendidikan pengganti kurikulum 2016 belum dilakukan secara keseluruhan, karena sebagian sekolah menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Ke depannya kreativitas pelajar menjadi prioritas dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah yang telah menggunakan K-13.
“2019 nanti semua sekolah sudah terapkan K-13. Nanti siswalah yang harus lebih aktif setelah topik diberikan oleh guru-guru,” ujar dia.
Dia menilai, masifnya perkembangan teknologi sangat berpengaruh terhadap penerapan sistem UNBK dikarenakan jauh lebih transparansi, kredibel dan efisien. Ketersediaan sarana prasana seperti perangkat komputer, kestabilan pasokan listrik, jaringan internet dan sumber daya manusia (SDM) menjadi syarat penerapan UNBK.
Dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat terdapat lima kabupaten masih melaksanakan UNKP.
“Fasilitas penunjang UNBK ini harus ada, sehingga semua sekolah bisa UNBK karena lebih transparan,” tutur dia
Sudjanti mengimbau, peran aktif orang tua dalam memperhatikan pola belajar murid mempersiapkan diri menghadapi USBN, sangat diperlukan.
Pada kesempatan itu, seorang guru dari SMK 3 Manokwari, Nova Rumaseuw, mengaku, melalui pelatihan kompetensi itu penyusunan karakteristik soal USBN yang berkulitas dapat diaplikasikan oleh para guru.
“Sangat bagus sehingga bisa membantu guru dalam menyusun soal yang lebih baik,” pungkas dia.
Sebagai informasi, pelatihan tim validasi penyusunan naskah soal USBN tahun pelajaran 2017/2018 bagi SMA dan SMK, diselenggarakan selama dua hari yakni Jumat hinga Sabtu (9-10 Maret 2018) di salah satu hotel di Kota Manokwari. (PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: