Kuartal I 2021, Ekonomi Papua Barat Diperkirakan Tumbuh Lebih Rendah

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Bank Indonesia memprediksi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Papua Barat pada kuartal I tahun 2021 berkisar antara 4,00% sampai -2,00% (year on year/yoy).

Secara tahunan, proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 ini lebih rendah dari kuartal I-2020 yang mencapai 5,29% (yoy).

“Tahun lalu dari Januari sampai Maret itu belum ada pandemi. Artinya, tingkat pertumbuhan waktu itu dibandingkan sekarang pasti berbeda,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat Eko Listiyono, saat dikonfirmasi Papua Barat News di ruang kerjanya, Kamis siang 22 April 2021.

Dia menjelaskan, rendahnya pertumbuhan ekonomi ini dipengaruhi beberapa faktor. Seperti, konsumsi pemerintah yang belum terakselerasi secara maksimal lantaran pembagian Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang molor. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang juga diperkirakan mengalami penurunan. Selain itu, konsumsi rumah tangga juga diperkirakan mengalami penurunan seiring dengan normalisasi pascapandemi. “Proyek-proyek pemerintah ini nanti di kuartal kedua baru menunjukan akselerasinya,” jelas dia.

Ia menuturkan, meskipun mobilitas masyarakat di ruang publik telah kembali berjalan, tetapi pandemi virus korona masih terus membayangi. Kondisi ini yang menyebabkan kinerja perekonomian belum sepenuhnya optimal seperti sebelum adanya pandemi. “Trennya itu aktivitas masyarakat masih tertahan, sehingga konsumsi mereka juga dibatasi,” terang dia.

Dari sisi pembiayaan, Bank Indonesia menilai pertumbuhannya masih lebih rendah dari kuartal I-2020. Penurunan kredit konsumsi ini mengindikasikan pendapatan dan konsumsi masyarakat belum pulih sepenuhnya. Melemahnya konsumi masyarakat tersebut, tidak mengindikasikan turunnya daya beli.

“Kita melihat kuartal satu ini ada pelemahan, tapi nanti kuartal kedua akan lebih tinggi lagi,” jelas Eko.

Namun secara kuartal ke kuartal (q-to-q), sambung dia, pertumbuhan ekonomi Papua Barat kuartal I-2021 mengalami sedikit perbaikan bila dibandingkan dengan kuartal IV-2020 yang tumbuh melambat 2,03%.

Hal ini didorong oleh kinerja beberapa lapangan usaha utama di Papua Barat yang sebelumnya terkontraksi, mulai mengalami pertumbuhan positif. Seperti lapangan usaha pertambangan dan penggalian, sektor konstruksi, lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan. “Kita prediksi membaik tahun ini,” jelas dia.

Ekonom BI Papua Barat I Wayan Yogasvara menambahkan, kinerja sektor konstruksi optimal pada kuartal IV atau menjelang akhir tahun. Kondisi ini dipengaruhi realisasi penyerapan anggaran biasa menumpuk di akhir tahun. “Pola historisnya seperti itu. Realisasi meningkat di akhir tahun,” terang dia.

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Papua Barat tahun 2020 terkontraksi -0,77%.

Secara kumulatif, ekonomi Papua Barat kuartal I tumbuh 5,29% (yoy), mengalami penurunan tajam pada kuartal II menjadi 0,72% (yoy), pada kuartal III terkontraksi -3,16% (yoy) dan kuatal IV terjun ke level -5,21% (yoy).

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik Papua Barat mencatat, PDRB termasuk minyak dan gas pada kuartal IV-2020 tumbuh 2,03% (q-to-q), jika dibandingkan kuartal III. Tanpa migas, ekonomi Papua Barat tumbuh 4,30%.

Tetapi, secara tahunan pertumbuhan ekonomi Papua Barat terkontraksi -5,21% (yoy) jika dibanding kuartal IV-2019 yang tumbuh 8,27% (yoy). (PB15)

 

**Artikel ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 23 April 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: