Kurang Peminat, Gaji Dokter Ahli Dinaikan Hingga 70 Juta

MANOKWARI,  papuabaratnews.co – Kurangnya peminat untuk tenaga dokter ahli yang menangani Covid-19 di Papua Barat, mendorong  Pemerintah Provinsi Papua Barat mengambil langkah berani dengan menaikan gaji dari yang sebelumnya Rp50 juta per bulan menjadi Rp70 juta per bulan.

Gubernur Papua Barat  Dominggus Mandacan menerangkan nilai Rp50 juta per bulan sebagaimana telah ditetapkan oleh pemerintah belum menarik peminat, maka pihaknya menaikan nilai gaji dokter ahli hingga Rp70 per bulan. Namun kata dia usulan kenaikan gaji tersebut harus disampaikan dan mendapat persetujuan dari Kejaksaan dan BPKP.

“Kami harus konsultasikan terlebih dulu dengan Kejaksaan dan BPKP yang wajar itu berapa, barulah kita tetapkan,” ujarnya kepada Papua Barat News di Manokwari, Kamis (18/6/2020).

Dominggus menyebutkan penentuan besaran nilai honor dokter ahli tidak bisa dilakukan secara sepihak, karena dana yang digunakan bersumber dari alokasi dana penanganan Covid-19.

“Kami tidak bisa menetapkan besaran honor sesuka hati, jika itu terjadi maka kami melangkahi aturan,” katanya lagi.

Dominggus menegaskan honor dokter ahli yang bersedia datang dan bertugas di Papua  Barat dijanjikan bakal terima Rp70 juta per bulan. Dia berharap dengan dinaikannya honor, ada dokter ahli yang bersedia datang dan bertugas di Papua Barat, untuk bertugas menangani pandemi Covid-19.

“Mungkin nilai Rp 50 juta per bulan itumasih kurang,  karena itu sekarang kita sudah naikan menjadi Rp70 juta per bulan,” tukasnya.

Terpisah,  Kepala Inspektorat Papua Barat, Sugiono menuturkan penyediaan tenaga dokter ahli di Papua Barat diharapkan membantu pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19, karena itu kehadirannya sangat diperlukan. “Bagaimana manapun kita harus ada pengadaan dokter spesialis,” tegasnya.

Dikonfirmasi terkait penambahan nilai honor dokter ahli sebesar Rp70 juta per bulan, kata Susiono, pihaknya akan melakukan penghitungan rasional sebelum kebijakan tersebut direalisasikan.

Dia menyebutkan gubernur telah menaikan besaran honor dokter ahli menjadi Rp70 juta per bulan, termasuk fasilitas pendukungnya seperti rumah dinas, kendaraan dinas selama bertugas di Papua Barat.

“Kita akan lihat apakah Rp70 juta per bulan itu sudah termasuk rumah, mobil dinas atau di luar sarana penunjang itu untuk satu orang dokter,” pungkasnya. (PB22)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: