LAN Manokwari Gencarkan Pembinaan Penyintas Lem Aibon

MANOKWARI, papuabaratnews.co Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Manokwari terus berupaya menggencarkan pembinaan dan bimbingan sosial kepada anak-anak dan remaja penyintas lem fox-aibon di Manokwari. Upaya tersebut ditunjukkan dengan kehadiran mereka bersama Ditbinmas Polda Papua Barat di kompleks warga Sanggeng, Sabtu 27 Maret 2021.

Ketua LAN Manokwari Sri Wijiati mengatakan, sebelumnya LAN sudah empat kali bertemu dengan anak-anak dan remaja penyintas lem fox-aibon di tempat itu. Hanya saja tidak pernah dipublikasikan ke media massa. Dalam kesempatan pertemuan terdahulu, pihaknya sudah banyak mendengar cerita langsung dari anak-anak tentang alasan dan harapan mereka. Sehingga, LAN mengundang pihak Ditbinmas untuk boleh membantu memberikan pembinaan dan bimbingan kepada anak-anak tersebut.

“Jadi hari ini adalah pertemuan kelima kami sekaligus kami ajak mereka berdoa bersama untuk korban pembunuhan beberapa waktu lalu. Kami juga siapkan makan untuk memupuk kebersamaan kami,” ujar perempuan yang biasa disapa Aty tersebut.

Menurut Aty, salah satu harapan terbesar yang disampaikan oleh mayoritas anak-anak tersebut adalah keinginan untuk kembali bersekolah. Hal itu disebabkan karena banyak di antara mereka yang sudah putus sekolah. Padahal rata-rata usia mereka baru berkisar 10-13 tahun. Sebagai tindaklanjutinya, LAN sudah berencana untuk menemui Bupati Manokwari dalam waktu dekat dan menyampaikan keinginan anak-anak tersebut.

“Saat ini kami tinggal menunggu jadwal Pak Bupati saja. Karena anak-anak ini sudah mulai resah. Mereka khawatir dan takut ditinggal karena sudah pernah mengalami kejadian seperti itu,” katanya.

Direktur Binmas Polda Papua Barat Kombes Pol Bagiyo melalui Perwira Urusan (Paur) Subdit Babinkamtibmas Iptu Emanuel Rizal Elang mengatakan, pihaknya diundang untuk ikut membantu LAN Manokwari dalam membina generasi muda Manokwari dari bahaya penggunaan zat adiktif yang tentu saja sangat berpengaruh pada masa depan mereka.

“Selain itu ini juga merupakan tugas kami sebagai pembina masyarakat. Kita semua tentu menginginkan yang terbaik bagi generasi muda kita,” ujarnya.

Dia menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya melakukan pembinaan tidak saja kepada anak-anak yang berada dalam komplek Sanggeng tetapi juga di wilayah lain. Hanya saja untuk saat ini Sanggeng menjadi lokus utama seiring dengan perjuangan yang sudah dijalankan oleh LAN Manokwari selama ini.

“Jadi nanti pasti akan kita laporkan kepada pimpinan tentang apa yang diharapkan oleh anak-anak dan juga orang tua mereka. Setidaknya dapat membantu menarik mereka dari ‘neraka’ yang selama ini mereka huni. Karena mereka juga ingin keluar,” tuturnya.

Sementara itu, Maria Maker Ramar yang menjadi orangtua pembimbing bagi sekitar 108 anak penyintas lem fox-aibon di komplek Sanggeng dalam menjelaskan, pada umumnya anak-anak tersebut ingin sekali berubah. Akan tetapi tidak ada dorongan ataupun dukungan dari lingkungan dalam mewujudkan keinginan mereka tersebut. Sehingga, anak-anak tumbuh dan berkembang tanpa ada arahan.

“Sejak tahun 2010 saya sudah jalan bersama anak-anak ini. Sekarang ada yang sudah tobat dan berhenti. Saya mulai bergerak mendampingi mereka karena saya punya anak juga pernah seperti mereka ini,” ujarnya.

Dia menuturkan, selama ini juga sudah ada banyak pihak baik dari lembaga pemerintah maupun institusi lainnya yang melakukan kegiatan dengan melibatkan anak-anak tersebut. Akan tetapi, setelah pelaksanaan kegiatan selesai, anak-anak ditinggal begitu saja tanpa ada perhatian lanjutan. Oleh karena itu, dirinya berharap agar apa yang sudah mulai dijalankan oleh LAN Manokwari selama ini bisa meyakinkan anak-anak tentang sesuatu yang lebih baik di hari depan mereka.

“Supaya mereka tidak kecewa lagi. Karena selama ini mereka merasa hanya dimanfaatkan. Sekarang ini mereka sudah percaya dengan LAN dan berharap keinginan mereka untuk bisa sekolah dan punya kerja sendiri bisa diperjuangkan,” pungkasnya. (PB25)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 29 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: