Manokwari dan Teluk Bintuni Masuk Zona Merah

MANOKWARI, papuabaratnews.coKabupaten Manokwari dan Teluk Bintuni masuk zona merah penyebaran virus korona baru penyebab Covid-19 di Papua Barat, setelah ada 3 warga yang berdomisili di dua wilayah itu dinyatakan positif terinfeksi. Masing-masing 2 kasus di Kabupaten Manokwari dan 1 kasus di Kabupaten Teluk Bintuni.

Dengan demikian, jumlah zona merah Covid-19 di Provinsi Papua Barat menjadi tiga kabupaten, yaitu Kota Sorong, Kabupaten Manokwari dan Teluk Bintuni.

Penambahan di dua kasus di KabupatenManokwari, per Kamis (16/4/2020) menyebabkan peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Papua Barat naik menjadi 5 kasus.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Papua Barat, dr Arnold Tiniap mengatakan, di Papua Barat saat ini sudah terdapat peningkatan kasus positif C-19 dengan penambahan dua daerah baru yakni Manokwari dan Teluk Bintuni.

Menurutnya dengan adanya kasus baru di Manokwari dan Teluk Bintuni maka kedua daerah ini resmi ditetapkan masuk zona merah pandemi Covid-19.

“Hari ini pasien positif Covid-19 bertambah 2 dari Manokwari dan 1 dari Bintuni, ketiganya berjenis kelamin laki-laki. Pasien dari Manokwari berusia 30 dan 45 tahun sedangkan yang dari Bintuni berusia 37 tahun,” ungkap Arnold dalam keterangan pers di Manokwari, Kamis (16/4/2020).

Arnold mengungkapkan jumlah kasus positif Covid-19 di Papua Barat telah terkonfirmasi sebanyak 5 orang. Dia menyebut dengan jumlah 2 kasus di Kota Sorong dan penambahan 2 kasus di Manokwari dan 1 kasus di Bintuni. Lanjutnya dari 5 kasus positif C-19 sebanyak 2 orang telah meninggal di Sorong.

“Dengan penambahan 3 positif ini maka ini menunjukkan jika ancaman virus ini benar-benar ada di sekitar kita,” tukasnya.

Dia mengonfirmasi jika 2 orang  pasien asal Manokwari yang saat ini telah positif Covid-19 adalah orang tanpa gejala atau yang biasa disebut OTG.

Dia mengklaim pihaknya telah membangun koordinasi dengan tim gugus tugas Kabupaten Manokwari terkait tempat khusus untuk isolasi bagi dua orang yang telah dinyatakan positif Covid-19.

“Saat ini masih di rumah sehingga kita berusaha koordinasi dengan kabupaten agar mereka bisa dicarikan tempat khusus untuk diisolasi,” terangnya.

Arnold menyebutkan terkonfirmasinya tiga kasus positif Covid-19 di Manokwari dan Teluk Bintuni berdasarkan hasil sampel swab yang dikirim ke laboratorium Makassar. Karena itu hasil sampel yang keluar juga lebih cepat daripada sebelumnya yang dikirim ke laboratorium Kemenkes di Jakarta.

“Tiga sampel yang terkonfirmasi positif ini kita kirim hari Sabtu (11/4/2020) dan kita terima hari ini Kamis (16/4/2020), sehingga lebih cepat,” tandasnya.

Sementara itu, data jumlah orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 101 orang, sekitar 30 orang masih dalam pemantauan sedangkan sebanyak 71 orang telah selesai masa pemantauan. “Tambahan hari ini ada 6 orang OTG,” tuturnya.

Untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Papua Barat hingga Kamis sore (16/4/2020) mengalami peningkatan sebanyak 21 orang. Penambahan 21 orang ini menyebabkan peningkatan jumlah ODP sebanyak 613 orang. Namun sebanyak 425 orang telah selesai menjalani masa pemantauan sedangkan sekitar 188 orang masih dalam masa pemantauan.

“Total seluruhnya di Papua Barat sekitar 613 orang, namun yang sudah selesai sebanyak 425 orang,” bebernya.

Pihaknya meminta agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan sesuai himbauan pemerintah. Masyarakat diharapkan membiasakan mencuci tangan dan menggunakan masker bila beraktivitas di luar rumah serta bila tidak mendesak tetap berusaha berada di dalam rumah.

“Kami berharap masyarakat melaksanakan apa yang telah dihimbau oleh pemerintah,”tukasnya. (PB22)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: