Masyarakat Diminta Sampaikan Aspirasi dengan Damai

RANSIKI, papuabaratnews.co – Bupati Markus Waran mengingatkan masyarakat Manokwari Selatan untuk menyampaikan aspirasi mereka sesuai koridor, secara demokratis, dan tidak bertindak anarkis.

“Setelah berurusan dengan aparat, saya yang disalahkan. Lempar kantor bupati sendiri, pecahkan kaca-kaca kantor sendiri. Setelah diamankan aparat, yang salah adalah Bupati. Itu pikiran bagaimana?” ujar Bupati Waran.

Bupati Waran menjelaskan bahwa aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, hanya tunduk pada atasannya, bukan tunduk pada kepala daerah.

“Mereka bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan fasilitas umum serta fasilitas pemerintah. Bila ada yang mengganggu hal-hal tersebut, otomatis mereka akan bertindak,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 3 September 2020 lalu sejumlah pengunjuk rasa melakukan aksi anarkis dengan Bupati Manokwari Selatan, Wakil Bupati Manokwari Selatan, demo pecah kaca kantor bupati Mansel,  hingga pecah. Belum diketahui siapa pelakunya dan apa motifnya.

Informasi yang beredar menyebutkan sejumlah terduga aksi anarkis itu sudah diamankan dan dimintai keterangannya di Polres Mansel. Mereka kemudian diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah kepolisian menerima permohonan penangguhan dari Bupati Mansel.

“Setelah ditahan, saya lagi yang harus memohon ke pihak keamanan, karena saya tahu mereka ini dalam kondisi terprovokasi. Oleh sebab itu, saya sangat berharap agar adek-adek semua gunakan akal pikiran dengan jernih. Jangan mau diprovokasi, terlebih melakukan tindakan anarkis,” pesan Bupati. (PB24)

***Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 11 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: