Masyarakat Tujuh Kampung Minta Pemekaran Distrik Meidodga

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Masyarakat tujuh kampung yang berada di Distrik Testega, mendesak Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak untuk segera memekarkan Distrik Meidodga terpisah dari distrik induk yakni Testega.

Desakan ini dilatar-belakangi oleh rencana penetapan tapal batas wilayah administrasi pemerintahan antara Pemda Pegunungan Arfak dan Pemda Teluk Bintuni. Sejumlah kampung yang selama ini menjadi wilayah Distrik Testega berpotensi masuk menjadi wilayah Teluk Bintuni.

Perwakilan mahasiswa tujuh kampung tapal batas,  Erickson Iba mengatakan, selama ini pengelolaan pemerintahan kampung di Testega tidak berjalan efektif. Distrik Testega memiliki 15 kampung. Ada tujuh kampung berada di zona tapal batas antara Pegunungan Arfak dan Teluk Bintuni yakni Kampung Iba, Meksi, Moromfei, Meigahanau, Mofoikeda, Meidodga, dan Dumbrei.

“Kami mewakili masyarakat minta kepada Pemda agar dapat mempercepat pemekaran Distrik Meidodga. Sehingga masyarakat tujuh kampung di wilayah tapas batas tenang,” ujarnya di Manokwari, Rabu 14 April 2021.

Erickson menyebutkan Pemkab Pegaf rencana akan bertemu dengan masyarakat tujuh kampung itu, pada 26 April 2021 mendatang. Pertemuan ini diharapkan dapat menjembatani usulan dan permintaan masyarakat tujuh kampung yakni pemekaran Distrik Meidogda.

“Masyarakat tidak meminta lain, semua sepakat minta pemekaran Distrik Meidodga,” katanya.

Senada, Ketua Ikatan Pemuda dan Mahasiswa Tujuh Kampung Wilayah Meidodga, Feri Derebi menyatakan, sudah saatnya distrik baru Meidodga harus segera dimekarkan terpisah dari Distrik Testega. Lantaran beban tanggung jawab Distrik Testega yang menangani 15 kampung tidak dapat dilanjutkan. Pemekaran distrik baru dinilai menjadi alternatif terbaik menyelesaikan persoalan pembangunan di wilayah tapal batas.

“Kami tegas meminta agar bupati segera mekarkan distrik baru. Apabila tidak, maka kami minta bergabung ke Bintuni,” bebernya.

Feri menambahkan, tanpa tujuh kampung tapal batas wilayah Distrik Testega juga masih memiliki delapan kampung yakni Meifekeni, Meivofoska, Meijguji, Isom, Jijga, Demoura dan terskhir kampung Asai II. Karena itu, kebijakan pemekaran Distrik Meidodga merupakan jawaban untuk menciptakan pemerataan sosial ekonomi kampung. “Permintaan dan sikap kami cukup jelas kepada pemerintah,”  pungkasnya.

Papua Barat News telah berusaha mengonfirmasi Bupati Pegaf Yosias Saroy. Namun, belum ada jawaban. Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak.(PB22)

**Artikel ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 15 April 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: