Neraca Perdagangan Papua Barat Surplus

MANOKWARI, papuabaratnews.co Nilai neraca perdagangan Papua Barat pada Juni 2020 mengalami surplus sebesar 132,05 juta dolar AS.

Terjadinya surplus karena nilai ekspor lebih tinggi dari nilai impor. Nilai ekspor Juni 2020 sebesar 135,35 juta dolar AS, dan nilai impor hanya 3,49 juta dolar AS.

“Kita (Papua Barat, red) masih surplus karena nilai ekspor kita jauh lebih besar dari nilai impor. Jadi selisihnya itu 132,05 juta dolar AS,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia, saat menggelar konferensi pers di Manokwari, Senin pekan lalu.

Jika dilihat dari sisi volume perdagangan, kata dia, pada Juni 2020 neraca volume perdagangan Papua Barat juga mengalami surplus 507,85 ribu ton.

Surplus neraca perdagangan Papua Barat baik dari sisi nilai dan volume terjadi karena, nilai dan volume impor lebih kecil dari ekspor.

“Dan tidak terdapat impor migas,” terang Maritje.

Ia menuturkan, perkembangan neraca perdagangan dari Januari sampai Juni 2020, mengalami surplus sebesar 132,05 juta dolar AS. Hal ini didorong oleh kinerja ekspor mencapai 939,55 juta dolar AS lebih tinggi dari nilai impor yang tercatat hanya 53,12 juta dolar AS.

Kinerja ekspor dari Januari sampai Juni 2020, kata Maritje, didominasi oleh sektor migas sebesar 916,11 juta dolar AS (minyak 11,11 juta dolar AS dan gas 905,00 juta dolar AS). Sedangkan ekspor non hanya mencapai 23,44 juta dolar AS.

“Surplusnya didorong oleh kinerja ekspor, khususnya ekspor sektor migas,” pungkas mantan Kepala BPS NTT ini.(PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: