Papua Barat Dapat Kuota 1000 Siswa Secaba

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Dalam rangka penambahan jumlah personel  dan rencana pembentukan sejumlah satuan teritori Tentara Nasional Indonesia (TNI) AD di seluruh Indonesia, maka Papua Barat diberikan kuota penerimaan siswa Sekolah Calon Bintara (Secaba) melalui jalur Otonomi Khusus (Otsus) sebanyak 1000 orang di tahun 2020.

“Atas persetujuan Panglima TNI dan Pangdam XVIII/Kasuari, Papua Barat diberikan kuota untuk formasi penerimaan orang asli Papua (OAP) untuk menjadi calon bintara,” ujar Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan saat dikonfirmasi sejumlah awak media di Manokwari, Senin (3/8/2020).

Berdasarkan kesepakatan dalam rapat bersama para bupati se-Provinsi Papua Barat, kata dia, jumlah kuota tersebut dibagi ke setiap kabupaten/kota yang ada dan ditambah dengan tanggungan provinsi masing-masing 100 orang.

“Jadi tentu saja akan ada lebih dari 1000 orang yang kita siapkan untuk mengikuti tes nanti, sehingga kuota kelulusan yang ditargetkan bisa tercapai,” ucap Dominggus.

Ia menjelaskan, seluruh pembiayaan yang berkaitan dengan proses seleksi hingga pada pelatihan dan pendidikan calon bintara tersebut akan ditanggung oleh masing-masing daerah dengan menggunakan dana Otsus yang ada.

“Kita sudah sepakat untuk mengusulkan secara bersama dalam APBD- Perubahan, sehingga bisa segera direalisasikan,” ungkapnya.

Gubernur menambahkan, pembagian kepada setiap daerah tersebut dilakukan agar ada dapat menjaring anak muda OAP di setiap daerah untuk menjadi anggota TNI dan mampu berbakti kepada negara. Hal tersebut juga dapat membantu pemerintah Provinsi dalam menanggung beban biaya yang dikeluarkan dari dana Otsus tersebut.

“Kita bagi ke 12 kabupaten dan 1 kota  serta provinsi sehingga beban ini bisa ditanggung bersama,” ucapnya.

Bupati Kabupaten Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, mengaku siap menjalankan kesepakatan bersama tersebut dan akan menyediakan anak-anak terbaik untuk mengikuti seleksi calon bintara. Sehingga, putra-putri asli Papua mampu memberikan tenaga serta pikiran dalam pembangunan bangsa dan negara.

“Setiap tahun memang hampir 100 orang anak-anak yang kita dorong untuk mengikuti testing baik di kepolisian maupun tentara,” ujarnya.

Terkait dengan dana yang akan disiapkan oleh masing-masing daerah untuk proses seleksi sampai dengan masa pendidikan, akan diusulkan dalam APBD Perubahan dengan menggunakan dana Otsus.

“Dana yang dibutuhkan berkisar Rp5,1 miliar karena kita tidak punya lokasi latihan dan pendidikan yang ada di wilayah kita. Setelah mereka resmi jadi tentara, mereka sudah dibiayai oleh negara,” pungkasnya. (PB25)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: