Papua Barat Fokus Kembangkan Produk Penjamin Ketahanan Pangan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat terus berupaya memberi perhatian pada program penguatan produk yang menjamin kelangsungan ketahanan pangan di daerah itu.

Selain penguatan produk penjamin ketahanan pangan, pengembangan produk unggulan daerah seperti, kakao, padi lahan kering dan kopi tetap menjadi bagian penting yang terus dikembangkan oleh pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)  Tahun 2021.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat,  Yacob Fonataba mengatakan berdasarkan alokasi anggaran yang diterima dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD Tahun 2021 sebesar Rp 40 miliar. Anggaran itu diprioritaskan pada pengembangan produk penjamin ketahanan pangan,  produk komoditi unggulan, dan belanja pegawai.

“Di tahun 2021 kami menerima hampir Rp 40 miliar baik untuk penguatan ketahanan pangan maupun belanja pegawai,” ujarnya di Manokwari, Kamis 15 April 2021.

Yacob menyebutkan fokus realisasi anggaran tahun 2021 bertumpu pada peningkatan produktifitas produk ketahanan pangan seperti ubi jalar, keladi,  batatas dan padi ladang kering. Selain peningkatan produktivitas penyumbang ketahanan pangan fokus peningkatan produk komoditas unggulan daerah tetap dipertahankan. Di antaranya kakao dan kopi. Selain juga untuk membiayai belanja pegawai dan stimulan bagi petani.

“Fokus utama sasaran APBD Tahun 2021 ini yakni peningkatan produktifitas produk penjamin ketahanan pangan dan komoditas unggulan daerah,” bebernya.

Ia menambahkan alokasi anggaran pengembangan produksifitas produk pangan lokal juga bersumber dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). Dukungan APBN sejauh ini terbukti dapat mendukung pelaksanaan program pengembangan produk unggulan daerah seperti Kakao dan Padi ladang kering yang tidak terakomodir dalam APBD Papua Barat.

“Kita bersyukur karena alokasi bantuan tidak hanya bersumber dari daerah tetapi juga terbantu dari pusat melalui APBN,” jelas Fonataba.

Dia menyebutkan, pengembangan produk unggulan daerah menjadi salah satu komitmen Gubernur Papua Barat. Komitmen ini bagi daerah sangat penting karena Papua Barat memiliki keunggulan komoditas kakao Ransiki yang kini telah dilirik oleh dunia international.

“Pengembangan sektor komoditas unggulan daerah telah menjadi kebijakan penting gubernur ke depan,” pungkasnya. (PB22)

 

**Artikel ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Senin 19 April 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: