Pasien Dalam Pengawasan di Sorong Meninggal

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Sorong, mengonfirmasi pasien dalam pengawasan terkait virus corona (COVID-19) meninggal dunia, Kamis (26/3/2020).

Dilansir Antara, Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Sorong, Rudy R Laku mengatakan pasien dalam pengawasan tersebut meninggal dunia pada pukul 07.45 WIT setelah dirawat sejak 21 Maret 2020 di Rumah Sakit Sele be Solu.

Dia menerangkan pasien yang meninggal tersebut berjenis kelamin perempuan dan merupakan salah satu dari lima sampel pasien PDP Covid-19 yang sampelnya telah dikirim untuk diperiksa di Laboratorium Balitbangkes Jakarta.

“Namun hingga saat ini hasil pemeriksaan sampel pasien dalam pengawasan yang meninggal dunia tersebut belum ada,” ujarnya.

Dia mengatakan hingga saat ini, pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah tujuh orang, namun satu orang meninggal dunia dan dua orang telah selesai dilakukan pengawasan sehingga tersisa empat pasien dalam pengawasan.

“Sedangkan orang dalam pemantauan sebanyak 41 orang, namun delapan orang telah selesai dilakukan pemantauan sehingga tersisa 33 orang yang masih terus dilakukan pemantauan,” ujarnya.

Menurut dia, jumlah sampel yang telah dikirim untuk diperiksa di laboratorium Jakarta sebanyak 13 orang yakni lima pasien dalam pengawasan dan delapan orang dalam pemantauan.

Dikatakan, pihak Dinas Kesehatan kota Sorong telah melakukan komunikasi dengan pihak Balitbangkes Jakarta sampel dalam proses pemeriksaan dan bila sudah ada hasilnya akan dikirimkan kepada tim Satgas Covid 19 Sorong.

Ia mengatakan pula pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah guna mengantisipasi penyebaran virus corona seperti surat edaran kepada masyarakat pencegahan corona dan pembatasan kunjungan orang asing.

“Kami juga melakukan sosialisasi di pusat-pusat perbelanjaan seperti Mall agar menyiapkan alat dan lakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus Corona. Serta melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah fasilitas umum seperti Bandara, Pelabuhan dan Kantor sehingga masyarakat diharapkan tidak panik dan terus melakukan langkah-langkah antisipasi,” katanya.

Bantah pasien positif korona

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap membantah tudingan bahwa pasien dalam pengawasan di Kota Sorong tersebut positif Covid-19. Dia menegaskan hasil pemeriksaan 16 spesimen yang dikirim ke Jakarta, semuanya belum keluar hasil.

“Benar jika ada pasien dalam pengawasan yang meninggal di Sorong, namun harus dicatat jika hasil pemeriksaan sampel darahnya belum keluar,” ujar Arnold kepada Papua Barat News di Manokwari, Kamis (26/3/2020).

Pasien PDP ini memiliki riwayat perjalanan ke Makassar untuk menjemput orang tua yang pulang dari umroh. Sebelumnya pasien ini berobat ke Rumah Sakit Mutiara namun karena memiliki keluhan mirip dengan gejala tertular Covid-19, maka dirujuk ke RSUD Sele be Solu.

Saat ini, orang tua dari pasien PDP tersebut masih menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Sele be Solu, juga dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) dengan Kode pasien 03 SBS.

Sampai Kamis sore (26/3/2020), data yang diterima Satgas Covid-19 Provinsi Papua Barat dari kabupaten/kota adalah jumlah ODP sebanyak 82 orang dari 127 orang dan 45 telah selesai menjalani masa pemantauan. 82 ODP ini terdiri dari, 25 orang di Kota Sorong, 7 orang di Manokwari, 18 orang di Kabupaten Sorong, 15 oang di Kabuapten Fakfak, 9 orang di Kabupaten Raja Ampat, 1 orang dari Teluk Bintuni, 5 orang dari Teluk Wondama dan 2 dari Manokwari Selatan. “Per 26 Maret ini data yang masuk ke kami tersisa 82 ODP,” ujar Arnold Tiniap

Sementara itu, jumlah  PDP sebanyak 5 orang berasal dari Kota Sorong dari jumlah seluruhnya 7 orang. Sementara 1 pasien telah selesai menjalani mas pemantauan dan 1 pasien meninggal dari Kota Sorong.

Arnold mengakui saat ini jumlah sampel darah yang diambil sebanyak 19. Dari jumlah 19 sampel yang telah diambil sebanyak 18 sampel yang dikirim ke laboratorium di Jakarta. 18 sampel darah ini, sebanyak 14 sampel dari Kota Sorong, 3 dari Manokwari dan 1 dari Teluk Bintuni. Sementara 2 sampel dari 18 yang dikirim sudah keluar dan dinyatakan negatif. Sehingga saat ini ada 16 sampel darah yang masih dalam masa tunggu.

“Dari hasil laboratorium 2 sampel telah keluar hasilnya yakni negatif,” tandasnya.

Arnold menegaskan terkait pemutahiran data akan selalu disinkronkan dengan data satgas di tiap kabupaten/kota sehingga tidak terjadi perbedaan data antara kabupaten dan provinsi. Karena itu dirinya meminta partisipasi dan kerjasama antar satgas yang sudah terbentuk di kabupaten/kota untuk bersinergi dengan provinsi.

“Koordinasi terkait data pasien sangat penting agar tidak membingungkan masyarakat,” katanya. (ANT/PB1/PB22)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: