Pelatihan SAIK+ bagi Kader PROSPPEK di Raja Ampat

SORONG, papuabaratnews.co – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Raja Ampat bekerjasama dengan Bursa Pelatihan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) menggelar pelatihan Sistem Administrasi dan Informasi Kampung Plus (SAIK+) di Aula Kantor Bappeda Raja Ampat, Senin (11/10/2021).

Pelatihan yang dibuka oleh Wakil Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam itu merupakan hasil kerjasama Pemerintah Australia dengan Pemerintah Indonesia melalui program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan (KOMPAK) untuk mendukung Program Strategis Peningkatan Pembangunan Kampung- Otonomi Khusus (PROSPPEK – OTSUS).

Adapun pelatihan ini direncanakan akan dilaksanakan hingga 22 Oktober, dengan jumlah peserta sebanyak 233 orang, yang terdiri dari 174 kader PROSPPEK, 35 Pendamping Distrik/Kampung. Mereka berasal dari 117 kampung dan 4 kelurahan.

Direktur Eksekutif  BaKTI, M. Yusran Laitupa menerangkan, selain data dan informasi serta penyelenggaraan administrasi yang akuntabel dalam pemerintahan kampung maupun distrik, peserta akan menggunakan aplikasi ini pun untuk mengumpulkan data valid Orang Asli Papua (OAP). Data tersebut penting untuk memaksimalkan Otsus demi kesejahteraan masyarakat Papua yang lebih baik.

“Walaupun tidak menutup kemungkinan, 60 komponen data dalam aplikasi ini pun dapat digunakan untuk keperluan masyarakat secara spesifik, misalnya bansos ataupun bantuan-bantuan lainnya,”  kata Yusran.

Wakil Bupati Raja Ampat, Orideko I Burdam mengapresiasi Tim BaKTI yang berupaya memberikan pemahaman dan pendampingan kepada masyarakat di 117 kampung dan juga 4 kelurahan terkait pendataan administrasi dan informasi yang tentunya sangat dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan PROSPPEK-OTSUS di Raja Ampat.

“Aplikasi SAIK+ ini tentunya akan mendukung juga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di distrik maupun kampung dengan data kampung yang konstektual, yang nantinya akan disinergikan dengan visi misi kami untuk periode ini. Sehingga, ikuti pelatihan ini dengan baik,” kata Orideko Burdam

Selain itu, kata Wakil Bupati Burdan, program PROSPEK-OTSUS mendukung peningkatan layanan garis depan di Papua Barat dengan melakukan intervensi langsung ke unit garis depan utama yaitu, pendidikan dasar, pelayanan kesehatan di puskesmas dan pemberdayaan kampung.

“Dana Otsus yang besar harus mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam kampung/kelurahan, terutama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan,” katanya. (PB7)

 

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 12 Oktober 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: