Pembangunan RS Rujukan Butuh Kelancaran Dana, Sangat Mendesak Untuk Kurangi Beban Masyarakat

MANOKWARI, PB News – Persoalan rendahnya mutu pelayanan kesehatan memerlukan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong ketersediaan sarana prasarana kesehatan.

Akan tetapi implementasi jaminan atas layanan kesehatan kerap mengalami berbagai hambatan, baik itu alokasi anggaran maupun penyediaan tenaga teknis yang berkualitas.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua Barat, Yonadap Trogea, mengungkapkan, proses pembangunan rumah sakit (RS) rujukan di Papua Barat membutuhkan kelancaran alokasi anggaran sehingga, proses pengerjaan fisik proyek rumah sakit bisa berjalan sesuai dengan ekspektasi.

Hingga saat ini, kata dia, gelontoran anggaran pembangunan rumah sakit telah dilakukan sebanyak empat kali yang seharusnya alokasi anggaran dilakukan sekaligus, guna mendorong percepatan pembangunan fisik rumah sakit.

“Ini menelan anggaran yang cukup besar namun dikasih sesikit-sedikit. Hasilnya bangunan awal kena hujan dan panas pasti akan rusak. Ke depannya, anggaran harus diplotkan dulu,” ujar dia, saat dikonfirmasi Papua Barat News, Kamis (15/3/2018).

Pembangunan rumah sakit rujukan itu, kata dia, menjadi solusi atas beban pembiayaan pengobatan masyarakat ke luar wilayah Papua Barat.

“Pembangunan rumah sakit ini sangat mendesak dan dibutuhkan oleh masyarakat. Karena biaya rujukan pengobatan ke luar itu sangat mahal,” terang dia.

Persoalan molornya pembangunan rumah sakit karena terkendala kelancaran alokasi dana tersebut, selalu disuarakan dalam rapat dewan.

“Setiap pandangan akhir fraksi selalu disampaikan agar pembangunan rumah sakit rujukan provinsi segera diselesaikan,” tutur dia.

Trogea menjelaskan, pembangunan fasilitas kesehatan harus diprioritaskan dari pembangunan lainnya. Karena kesehatan sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia melakukan aktivitas. Setelah finalisasi fisik rumah sakit rujukan, maka perlu diperhatikan fasilitas penunjang lainnya.

“Kita pikirkan dulu pembangunannya setelah itu pengadaan alat-alatnya dan dokter spesialisnya. Bila perlu tangguhkan pembangunan lainnya dulu, biar cepat selesai karena pembangunan fisik belum selesai,” ujar dia.

Ditargetkan pembangunan rumah sakit bisa dirampungkan dan diresmikan pada 2019. (PB9)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: