Pengusaha Asli Papua Minta Diprioritaskan

MANOKWARI, papuabaratnews.coSejumlah pengusaha orang asli Papua (OAP) mendatangi kantor Gubernur Papua Barat, pada Kamis (18/6/2020). Kedatangan mereka untuk menyuarakan agar dapat diprioritaskan dalam pembagian paket pekerjaan dengan nilai kontarak lebih dari Rp500 juta. Sebab, ada pengusaha jasa konstruksi OAP yang dinilai cakap dan memenuhi kriteria dalam pekerjaan fisik proyek.

Salah satu pengusaha muda Papua, Nico Anari mengatakan, gubernur selaku kepala daerah seharusnya juga memberi prioritas kepada pengusaha asli Papua. Keberpihakan harus ditunjukkan dengan pembagian paket pekerjaan yang merata.

“Karena kami juga mampu bekerja seperti yang lainnya,” ucapnya saat dikonfirmasi Papua Barat News usai menggelar audiensi dengan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

Nico menuturkan, salah satu contoh paket pekerjaan kategori besar yang tengah dikerjakan oleh Pemprov Papua Barat di wilayah Distrik Miyah sampai Fef Kabupaten Tambrauw. Namun tidak melibatkan pengusaha lokal dari wilayah Tambrauw. Padahal, pihaknya mampu menyelesaikan pekerjaan besar jika diberi kesempatan.

“Bagilah makanan ini sedikit ke kami, jangan dimakan semua terus kami pengusaha lokal ini bagaimana. Kami juga ingin berkembang,” harapnya.

Tokoh Pemuda Tambrauw, Henok Wabia, mengungkapkan, ditetapkan Tanah Papua sebagai daerah otonomi khusus (Otsus) seharusnya ada kebijakan yang  berpihak kepada pengusaha asli Papua. Namun, sampai saat ini keberpihakan kepada pengusaha asli Papua belum dilakukan dengan maksimal sesuai amanat UU Otsus Papua.

“Dasar ini harusnya menjadi acuan gubernur dalam memberikan perhatian bagi pengusaha lokal Papua,” paparnya.

Henok menambahkan prinsip keadilan harus dijalankan secara konsekuen bagi pengusaha lokal Papua. Prinsip keadilan dapat dilakukan oleh gubernur dengan mengakomodir seluruh potensi pengusaha lokal yang ada di Papua Barat dalam pembagian paket pekerjaan skala menengah ke atas.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, menegaskan di wilayah Papua Barat telah disepakati kebijakan pembagian paket pekerjaan bagi pengusaha lokal Papua di tingkat kepala daerah antara gubernur dan bupati/walikota se Papua Barat. Karena itu perhatian dan prioritas bagi pengusaha lokal Papua telah diberikan.

“Kesepakatan di Sorong Selatan tahun 2019 lalu telah dibuat antara seluruh kepala daerah terkait pembagian paket kerja bagi pengusaha lokal Papua,  karena itu tergantung kepala daerahnya masing-masing melakukannya atau tidak,” pungkas gubernur. (PB22)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: