BP Jamsostek Manokwari: Jumlah Peserta Tembus 82.133 Orang

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Manokwari mengungkapkan selama tahun 2020 jumlah tenaga kerja aktif yang telah terdaftar sebagai peserta, sebanyak 82.133 orang.
Meliputi, penerima upah atau pekerja formal berjumlah 34.780 orang (target 25.004 orang), bukan penerima upah atau pekerja informal ada 16.025 orang (target 8.149 orang) dan pekerja jasa konstruksi sebanyak 31.328 orang (target 17.689 orang).
“Realisasi kepesertaan tembus 162% dari target yang ditetapkan sebanyak 50.842 orang,” kata Kepala BP Jamsostek Manokwari Sunardy Sahid saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu siang (13/1/2021).
Dia menjelaskan, jumlah tenaga kerja yang telah terdaftar tersebar di lima kabupaten yakni Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni dan Kabupaten Teluk Wondama.
“Wilayah kerja BP Jamsostek Manokwari itu ada lima kabupaten,” jelas dia.
Selain tenaga kerja, sambung dia, jumlah badan usaha atau pemberi kerja yang telah terdaftar selama tahun 2020 ada 2.908. Jumlah ini melebih dari target yang ditetapkan sebanyak 2.350 badan usaha.
Ke depannya, BP Jamsostek gencar melaksanakan sosialisasi, edukasi dan meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak dengan tujuan memperbaiki tingkat kepatuhan badan usaha. Dengan harapan, semakin banyak badan usaha mengikutsertakan karyawan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan, menyelesaikan tunggakan iuran tepat waktu, dan mengikutsertakan karyawan pada empat program jaminan sosial. Empat program itu adalah jaminan hari tua (JHT), jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JK) dan jaminan pensiun (JP).
“Memang banyak perusahaan belum patuh, itu ditandai dengan cukup tingginya tunggakan iuran,” tutur dia.
“Masih banyak juga perusahaan yang karyawannya sekitar 100 orang tapi hanya 50 yang diikutkan,” ucap Sahid menambahkan.
Ia menjelaskan, total iuran yang harus dibayarkan dalam empat program tersebut sebesar Rp9,24% dari besaran upah minimum yang diterima tenaga kerja.

Tiga strategi
BP Jamsostek Cabang Manokwari telah mengaplikasikan tiga strategi dari kantor pusat, sehingga mampu mencapai target tahun 2020.
Strategi itu meliputi, mengakuisisi tenaga kerja agar mendapat perlindungan sosial, penerapan strategi keberlangsungan kepesertaan melalui pembinaan agar peserta paham manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan, dan strategi menjaga kualitas data serta layanan bagi para peserta.
“Misalnya di masa pandemi ini kami menciptakan layanan offline dan online. Jadi pengajuan klaim bisa lewat Lapak Asik (Layanan Tanpa Kontak Fisik),” terang Sunardy Sahid.
Lapak Asik, kata dia, telah diimplementasikan di seluruh kantor cabang sejak Maret 2020. Lapak Asik itu terdiri dari kanal online, offline, dan kolektif.
“Cukup upload dokumen, nanti dihubungi. Kalau penuhi syarat, langsung dibayar,” tutur dia.
Di tahun 2021, berbagai inovasi akan diterapkan BP Jamsostek Manokwari untuk meningkatkan jumlah kepesertaan. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi demi mengoptimalkan layanan bagi peserta.
“Layanan semakin baik dan jumlah peserta terus bertambah. Rata-rata peningkatan target peserta di angka 120%, dan kita optimis mampu mencapai itu meski target belum diturunkan dari pusat,” pungkas dia.(PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 14 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: