Petani di Bintuni Butuh Pembangunan Irigasi

MANOKWARI, PB News – Pembangunan rekayasa teknis pendistribusian air bagi areal persawahan harus dilakukan secara sistematis, guna mendorong peningkatan hasil produksi padi.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua Barat, Erick Manibui, mengungkapkan, para petani di Kabupaten Teluk Bintuni membutuhkan adanya pembangunan irigasi dalam menunjang aktivitas pertanian padi di daerah setempat.

Aspirasi itu, diupayakan dapat diakomodir pemerintah daerah ke anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Induk periode mendatang, sehingga estimasi pembangunannya bisa terealisasi di tahun 2019.

“Kita (DPR Papua Barat, red) akan dorong pembangunan irigasi di sana (Bintuni, red),” ujar dia, saat dikonfirmasi Papua Barat News, Senin (26/3/2018).

Pembukaan lahan baru persawah di Kabupaten Bintuni, telah mencapai 200 hektare. Dengan demikian maka ketersediaan pasokan air yang cukup melalui jaringan irigasi sangat diperlukan para petani. Menurut dia, sarana irigasi bersumber dari bendungan lama perlu direhabilitasi guna menambah volume air yang akan dialokasikan untuk mengairi daerah persawahan tersebut.

“Belum ada irigasi untuk penyuplai air. Di bendungan lama itu kapasitas airnya tidak mencukupi seluruh daerah persawahan, sehingga dipastikana akan cari tempat baru,” jelas Erick.

Menurut dia, penambahan areal persawahan yang dikerjakan oleh pihak TNI-AD beberapa waktu lalu, harus diimbangi dengan sarana irigasi yang memadai dalam menopang proses pengelolaan lahan persawahan di Kabupaten Teluk Bintuni.

“Jika tidak ada irigasi petani mau garap sawah bagaimana,” tutur dia. (PB9)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: