Petani Minta Akses Jalan Disemenisasi

MANOKWARI, PB News – Para petani di Dataran Prafi Kabupaten Manokwari, berharap agar pemerintah daerah setempat dapat melakukan semenisasi ruas jalan menuju daerah persawah mereka. Sebab, kondisi fisik jalan yang selama ini digunakan sangat memprihatinkan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua Barat, Mugiyono, menjelaskan, keluhan petani itu dikemukan pada pelaksanaan reses masa sidang pertama DRP Provinsi Papua Barat di Dataran Prafi. Selain kondisi jalanan, petani juga berharap adanya perbaikan saluran irigasi karena mulai mengalami kerusakan.

“Kebanyakan warga di Distrik Wapramasi ini petani, jadi mereka meminta dibangunkan jalan dan mengeluhkan kondisi irigasi untuk mengaliri sawah mereka,” papar dia, saat dikonfirmasi oleh Papua Barat News, Minggu (11/3/2018).

Alasan fisik jalan harus disemenisasi, lanjut dia, karena ketika musim hujan kondisi jalan sangat becek dan kendaraan yang melintas pun mengalami kesulitan.

“Saat ini kondisi jalan menuju persawahan cukup becek, sehingga sulit dilalui kendaraan untuk saat musim panen,” ucap Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Sedangkan untuk persoalan irigasi, masyarakat meminta dilakukan pembangunan bendungan guna menampung aliran air bilamana aliran air tidak diperlukan dalam beberapa waktu masa tanam.

“Tanaman itu tidak selamanya dialiri air, sehingga diperlukan bendungan untuk menampung air dalam kurun waktu sementara,” terang dia.

Anggota Komisi D DPR Provinsi Papua Barat tidak hanya melaksanakan reses di Dataran Prafi, namun dilanjutkan ke wilayah Distrik Masni dan Sidey.

Masyarakat di kedua distrik tersebut, mengajukan permohonan dibangunan tempat ibadah dan sekolah paud.

“Sekolah paud ini penting, guna menunjang pendidikan awal. Tentu ini harus menjadi perhatian pemerintah, karena masyarakat memiliki tekat kuat untuk mencerdaskan anak-anaknya, ” ungkap Mugiyono.

Dirinya pun berharap, seluruh aspirasi masyarakat yang diperoleh dari hasil reses, dapat dimasukan dalam program pemerintah daerah dan dianggarkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2019.

“Kita akan dorong ke dalam APBD Papua Barat periode mendatang,” pungkas dia.

Sebagai informasi, selain reses anggota legislatif juga memberikan doorprice kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. (PB9)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: