Petugas Lapas Diingatkan Jangan Terlibat Narkoba

MANOKWARI, papuabaratnews.coKepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua Barat Masjuno mengatakan, pihaknya telah berkomitmen untuk mencegah terjadinya peredaran gelap narkoba di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan (Lapas). Selain warga binaan, petugas pun diingatkan agar tidak terlibat dalam jaringan narkoba tersebut.

“Kami tegas melawan narkoba di dalam lapas,” ujarnya saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari, Sabtu 10 April 2021.

Masjuno menyebutkan komitmen memberantas praktek peredaran narkoba di dalam lapas harus dimulai dari petugas dan seluruh jajaran pegawai Lapas. Menurutnya, pegawai atau petugas tidak boleh terlibat baik sebagai penyuplai maupun pengguna. Apabila ditemukan keterlibatan petugas lapas maka sanksi tegas akan diberlakukan.

“Tidak ada kompromi bagi petugas yang terlibat tetap kita tindak. Tidak ada yang ditutupi,” urainya.

Beberapa pekan lalu, kata dia, pihaknya mengirim langsung salah satu oknum pegawai Lapas Sorong yang terlibat narkoba ke LP Nusakambangan. Kejadian ini, harus memberikan efek jera bagi setiap petugas Lapas untuk tidak bermain – main dengan narkoba. Karena sanksi dan jeratan hukum tetap diberlakukan, selain itu pemecatan sebagai ASN di lingkungan Kemenkumham juga telah menanti pascaputusan tetap di pengadilan.

“Petugas jangan sekali-kali bermain dengan narkoba,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Lapas Kelas IIB Manokwari Yulius Paath menuturkan, mekanisme kontrol secara ketat dan rutin terus dilakukan. Mekanisme kontrol tersebut berupa sidak dan razia mendadak baik kepada petugas maupun warga binaan. Pemeriksaan sampel urine yang diawasi langsung oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua Barat secara periodik terus dilakukan.

“Sidak dan razia rutin kami terapkan setiap dua bulan sekali untuk menangkal masuknya narkoba ke dalam lapas,” jelasnya.

Yulius menyatakan, pandangan buruk tentang lapas sebagai tempat peredaran narkoba menjadi tantangan tersendiri. Namun dirinya berjanji akan bekerja keras untuk  membuktikan kepada publik lapas bebas dari nsrkoba. Komitmen ini dijaga dengan pembinaan dan pendampingan kepada petugas dan pegawai  agar terhindar dari praktek penggunaan dan peredaran narkoba.

a”Pembinaan dan pengawasan kami juga lakukan kepada pegawai agar jangan ada yang terlibat,” pungkasnya. (PB22)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 12 April 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: