Produksi Beras di Papua Barat Turun 3,33 Ribu Ton

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Produksi padi di Provinsi Papua Barat sepanjang tahun 2020 yang hanya mencapai 24,38 ribu ton gabah kering giling. Jika dikonversikan menjadi beras untuk dikonsumsi penduduk, maka setara dengan 14,57 ribu ton beras.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat Maritje Pattiwaellapia mengatakan, produksi beras dari Januari hingga Desember 2020 mengalami penurunan sebanyak 3,33 ribu ton atau sekitar 18,59 persen jika dibandingkan produksi beras tahun 2019 yang mencapai 17,90 ribu ton.

“Kita harus konversikan menjadi beras. Walaupun produksi gabah kering giling itu tinggi, kadang konversi berasnya turun,” kata Maritje dalam konfrensi pers virtual, Jumat pekan lalu.

Dia melanjutkan, produksi beras terendah selama tahun 2020 terjadi pada Februari yang hanya 0,14 ribu ton. Sedangkan pada November produksi beras mengalami peningkatan tertinggi sebanyak 2,19 ribu ton.

Kondisi ini berbeda dengan tahun 2019, dimana produksi beras tertinggi terjadi pada Oktober sebanyak 5,02 ton dan produksi terendah terjadi pada Mei hanya 0,40 ribu ton.

“Kondisi produksi beras tahun 2020 berbeda dari tahun 2019,” terang Maritje.

Dia merincikan, produksi beras selama tahun 2020 mulai Januari hanya 0,83 ribu ton, Februari turun drastis menjadi 0,14 ribu ton, Maret meningkat menjadi 2,13 ribu ton, April turun menjadi 0,56 ribu ton, Mei meningkat jadi 2,10 ribu ton, Juni mengalami penurunan menjadi 1,75 ribu ton, Juli produksi beras hanya 0,51 ribu ton, Agustus hanya 0,16 ribu ton, September mengalami peningkatan menjadi 2,13 ribu ton, Oktober produksinya hanya 1,45 ribu ton, November meningkat menjadi 2,19 ribu ton, dan Desember produksi beras hanya 0,58 ribu ton.

“Kinerja produksi beras yang relatif terjaga sepanjang 2020 itu perlu juga diperhatikan pergerakan produksi beras antar provinsi dan kabupaten/kota,” jelas Maritje.

Untuk tahun 2021, BPS mencatat angka sementara produksi beras selama Januari sebesar 0,65 ribu ton dan potensi produksi beras sepanjang Februari sampai April diperkirakan mencapai 3,67 ribu ton. Dengan demikian, potensi produksi beras pada subround Januari-April 2021 diproyeksi sebanyak 4,33 ribu ton atau mengalami kenaikan sebanyak 0,66 ribu ton (17,97 persen) jika dibandingkan dengan produksi beras periode yang sama tahun 2019 yakni 3,67 ribu ton.

Manokwari tertinggi

Kabupaten Manokwari menjadi kabupaten dengan jumlah produksi beras tertinggi selama tahun 2020 yakni 8,84 ribu ton. Disusul Kabupaten Manokwari Selatan sebanyak 3,05  ribu ton, Kabupaten Sorong 1,60 ribu ton, Teluk Bintuni 577 ton, Raja Ampat 350 ton, Teluk Wondama 90 ton, dan Fakfak 53 ton beras.

Sehingga, total produksi beras dari Januari sampai Desember 2020 adalah 14,57 ribu ton. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 10 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: