Rambut Keriting adalah Identitas

  • Polwan Papua Dilarang Rebounding

 

MANOKWARI, PB News – Seirama dengan perkembangan teknologi yang merambah ke dunia model, banyak perempuan berambut keriting atau ikal terpikat melakukan rebounding (teknik pelurusan rambut menggunakan alat). Sebagian masyarakat menganggap teknik pelurusan rambut adalah hal yang lumrah namun, ada juga yang menilai rebounding telah meninggalkan identitas. Kondisi ini pun dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari di Tanah Papua.

Untuk itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Barat, Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja, mengimbau kepada seluruh polisi wanita (Polwan) asli Papua yang bertugas di Mapolda Papua Barat agar, tetap mempertahankan bentuk rambut sesuai dengan keasliannya. Sebab, rambut keriting merupakan identitas yang harus dibanggakan oleh setiap perempuan Papua maupun Indonesia Timur umumnya.

“Karena mereka (Polwan, red) harus menampilkan cantiknya Papua, ikonnya Papua, jangan diubah-ubah karena itu karunia Tuhan,” ujar dia saat dikonfirmasi oleh sejumlah awak media usai memimpin apel gelar pasukan pengamanan pemilihan umum, Kamis (14/3/2019).

Dia melanjutkan, konsekuensi yang harus diterima Polwan apabila tidak mengindahkan imbauan tersebut adalah dipindahkan ke salah satu dari sembilan Polres di wilayah hukum Polda Papua Barat.

“Lihat sekarang, sudah banyak yang mulai keriting. Tinggal satu Polwan saja, kalau tidak cepat (kembalikan bentuk asli rambut, red) saya pindahkan ke Kaimana,” tegas dia.

Tren pelurusan rambut dengan bantuan alat yang banyak digandrungi oleh Polwan asli Papua sangat disesalkan oleh Kapolda. Lantaran, perempuan Papua yang berkulit hitam dan berambut keriting mempunyai daya tarik tersendiri. Misalnya perempuan asal Fakfak, Olvan Alhamid Bwefar yang mempertahankan keindahan rambut keriting dan mampu meraih posisi kelima dalam ajang kecantikan Puteri Indonesia mewakili Provinsi Papua Barat pada 2015 silam. Selain itu, dalam lirik lagu musisi asal Papua Barat Edo Kondologit yang berjudul Tanah Papua pun terselip pesan moral untuk mempertahankan rambut keriting sebagai keaslian orang Papua.

“Kalau rebounding itu dia tidak mengakui sebagai orang Papua. Orang Papua itu keriting, atur yang bagus maka cantiknya kelihatan,” pungkas Kapolda.(PB15)

[Berita ini juga terbit di harian Papua Barat News edisi Jumat 15 Maret 2019]

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: