Rencana Pengelolaan Dua Taman Hutan Raya dalam Proses

RANSIKI, papuabaratnews.co – Pemerintahan Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) merencanakan akan mengelola dua taman hutan raya yang luasnya mencapai ratusan hektar di daerah itu.

Untuk merealisasikan rencana itu, Pemkab Mansel menyiapkan 37 hekar lahan di Kampung Warkwandi Distrik Oransbari. Lahan itu berada persis di wilayah perbatasan langsung dengan Distrik Ransiki. Lahan lainnya adalah 300 hektar hutan mangrove (hutan bakau) di Pantai Oransbari.

Bupati Mansel Markus Waran mengungkapkan rencana pengelolaan dua taman hutan raya tersebut sementara diproses oleh intansi teknis terkait.

“Rencana ini masih dalam proses, karena Bappeda dan Dinas PUPR dalam hal ini Kabid Tata Ruang dan Fispra, baru berkoordinasi dan konsultasi dengan pihak BKSDA Papua Barat sehubungan dengan rencana tersebut,” kata Bupati Waran kepada awak media, belum lama ini.

Dikatakan, rencana pengelolaan dua taman hutan raya itu berkaitan erat dengan kebijakan Pemprov Papua Barat yang telah mendeklarasikan Papua Barat sebagai Provinsi Konservsasi.

“Itu baru akan direalisasikan pada 2020. Kami tentu sangat mendukung upaya-upaya yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan. Termasuk dengan pengelolaan hutan mangrove di Oransbari, Ransiki, Waryap, Momi Waren, dan di Gunung Botak,” terang Bupati Waran.

Bupati Waran lalu menegaskan, sebagai kepala daerah dirinya sangat mendukung renacana pengelolaan dua taman hutan raya .

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mansel, Muhammad Amir mengatakan rencana tersebut sudah disetujui oleh Pemerintahan pusat dan bahkan menyatakan siap mendampingi.

Tidak hanya itu, kata Amir, rencana itu juga sudah diketahui Bupati dan Wakil Bupati Mansel. Amir mengklaim rencana itu disambut positif oleh pimpinan daerah, karena tidak bertentangan dengan aturan yang ada.

“Sekarang kita hanya tunggu SK dari bapak bupati, setelah itu kita desain master plannya,” kata Amir.

Dia menuturkan, dua taman hutan raya tersebut, dalam pengelolaannya akan pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata untuk menunjang program wisata di masa mendatang.

“Nanti modelnya kami desain master plannya dulu. Setelah itu akan ada kerja sama dengan dinas pariwisata. Lokasinya mungkin kami yang siapkan tapi untuk penataan untuk wisata itu akan kerja sama dengan dinas pariwisata,” papar Amir. (CR-1)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: