Santunan Korban Meninggal Capai Rp1,5 M

MANOKWARI, papuabaratnews.coPT Jasa Raharja perwakilan Manokwari, mengungkapkan, jumlah pembayaran santunan kepada korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) terhitung sejak Januari hingga 31 Mei 2020, mencapai Rp1,550 miliar.

Kepala Kantor PT Jasa Raharja Manokwari, Nifar Siahaan, mengatakan, pembayaran santunan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) No 16 Tahun 2017 sebesar Rp50 juta. Santunan tersebut akan diserahkan kepada pihak keluarga korban sebagai alih waris.

“Jika korban tidak memiliki alih waris, kami tetap memberikan bantuan pemakaman yang diselenggarakan oleh keluarga atau kerabat korban. Total bantuan untuk pemakaman yang sudah kita berikan senilai Rp8 juta,” kata dia saat dikonfirmasi Papua Barat News di ruang kerjanya, Kamis (26/6/2020).

Selain santunan korban meninggal dunia, kata dia, Jasa Raharja juga menggelontorkan pembayaran santuan untuk korban lakalantas yang mengalami luka-luka dengan besaran santunan makasimal Rp20 juta.

Total santunan yang telah dibayarkan mencapai Rp795.197.548. sedangkan untuk bantuan P3K dan ambulans mencapai Rp10.045.000.

“Apabila korban tersebut dirawat di rumah sakit yang bekerjasama dengan kita, maka biaya pengobatannya kita tanggung dengan maksimal tanggungan sebesar Rp20 juta,” terangnya.

Selain itu, sambung dia, nilai santunan untuk korban kecelakaan yang mengalami cacat permanen sebesar Rp50 juta. Santunan ini dikucurkan melalui administrasi yang harus dipenuhi oleh korban, keluarga ataupun kerabat korban. Ia juga menjelaskan, jenis kecelakaan yang mendominasi klaim santunan dari pihak Jasa Raharja adalah kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan raya.

“Sesuai dengan hitungan tingkat kecacatan tersendiri ataupun anggota tubuh yang mengalami cacat tetap. Sampai saat ini, kami belum menemui ada korban yang mengalami cacat total akibat kecelakaan,” ucap Nifar.

Dana santunan yang diberikan kepada korban maupun alih waris korban, kata dia, diperoleh dari pajak kendaraan bermotor yang dibayarkan dan melalui tiket yang dibeli oleh setiap penumpang yang menggunakan jasa transportasi baik darat, laut maupun udara.

“Kami berharap kepada seluruh pemilik kendaraan bermotor untuk rutin membayar pajak kendaraannya ke kantor Samsat karena pajak yang dibayar akan dikembalikan melalui santunan kecelakaan,” kata dia.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan raya agar mematuhi peraturan lalu lintas yang sudah ditetapkan oleh pihak kepolisian agar tetap selamat dalam berkendara,” kata dia lagi.

Sebagai informasi, wilayah kerja PT Jasa Raharja perwakilan Manokwari adalah seluruh kabupaten/kota di Papua Barat.

Jasa Raharja dipercayakan oleh pemerintah sebagai pengemban amanah Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Umum, dan UU nomor 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

“Itu sudah menjadi tugas utama kami yaitu menyalurkan santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas angkutan jalan dan penumpang umum serta mengutip premi dari masyarakat pemilik kendaraan bermotor maupun pengguna sarana transportasi umum yang sah,” pungkas Nifar.(PB25)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: