Satpol PP Manokwari Dinilai Lemah Tegakkan Prokes

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Meningkatnya angka kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Manokwari, tidak lantas membuat Pemerintah daerah dan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat semakin memperketat penerapan protokol kesehatan.

Hal ini bisa dilihat dari masih kendornya pengawasan terhadap tempat-tempat keramaian yang ada. Seperti pasar, toko dan beberapa spot kuliner di kota Manokwari.

Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussy menilai Satpol PP Kabupaten Manokwari lemah dalam menegakkan peraturan ataupun instruksi bupati terkait pendisiplinan protokol kesehatan.

Menurutnya, sejak diberlakukan, pihak kepolisian justru yang lebih sering melakukan razia disiplin protokol kesehatan melalui operasi yustisi. Sementara, Satpol PP hampir tidak berfungsi.

Padahal menurutnya, secara administratif dan kebijakan, keberadaan Satpol PP berada di bawah kendali Penjabat Bupati bersama Sekretaris Daerah Manokwari. Sementara, Kepala Sapol-PP memimpin secara operasional.

“Jadi, letak kelemahan ini ada pada Bupati, Sekda dan Kepala Satpol-PP. Selama ketiga pejabat ini tetap adem ayem, maka selama itu pula personil Satpol-PP akan tetap diam,” kata Warinussy, Kamis (26/11/2020).

Menurutnya, pimpinan yang dalam hal ini adalah Bupati, Sekda dan Kepala Satpol PP harus benar-benar profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pejabat publik.

“Mereka harus punya gigi, harus punya taring agar personil Satpol PP bisa menegakkan aturan tentang protokol kesehatan, sebagaimana Peraturan Bupati yang telah dikeluarkan,” ujar Warinussy.

“Pengawasan, kontrol dan penegakan hukum harus dilaksanakan. Jangan hanya panas diawal saja, dan sekarang seperti Ayam kehilangan induk,” katanya lagi.

Selain itu, Warinussy mengapresiasi kinerja Kepolisian yang selama ini melakukan razia penggunaan masker melalui operasi yustisi. Bahkan, berdasarkan Maklumat Kapolri, Kepolisian tak henti mengimbau seluruh masyarakat untuk disiplin terhadap protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, tidak berkerumun dan selalu mencuci tangan.

“Kita harus berikan apresiasi atas kinerja Kepolisian, tak henti mereka (Polisi) bekerja memutus rantai penyebaran Covid-19. Untuk Satpol PP, mereka harus bersinergi, karena Kepolisian tidak bisa memberikan sanksi, hanya Satpol PP yang bisa,” kata Warinussy.

Data Satgas Covid-19 Kabupaten Manokwari, hingga Kamis (26/11/2020), mencatat adanya penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 26 orang. Sehingga total kasus konfirmasi positif di Kabupaten Manokwari sebanyak 1.353 kasus. Pasien yang sudah sembuh berjumlah 1.045 orang, sementara yang masih dalam perawatan berjumlah 289 orang. Jumlah pasien positif yang meninggal karena terpapar Covid-19 berjumlah 19 orang. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 27 November 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: