Septinus Asiti Siap Bawa Perubahan IMT Manokwari

MANOKWARI, papuabaratnews.co Badan Pengurus Ikatan Mahasiswa Tambrauw (IMT) di Manokwari periode 2021-2023 akhirnya resmi dilantik, Sabtu (3/4/2021).

Pelantikan tersebut dihadiri wakil Pemerintah Kabupaten Tambrauw yakni Kepala Dinas Kehutanan Tambrauw Oscar Bame.

Septinus Asiti selaku Ketua Badan Pengurus IMT Manokwari periode 2021-2023 mengatakan, dengan adanya kepengurusan yang baru maka IMT harus membawa dampak positif selama empat tahun ke depan.

Karena itu, sangat diharapkan dukungan dan kerjasama dari seluruh mahasiswa dan mahasiswi Tambrauw di Manokwari.

“Kami berkomitmen untuk mengubah wajah IMT Manokwari untuk membawa perubahan sebagai organisasi kader,” ujarnya saat dikonfirmasi Papua Barat News usai prosesi pelantikan yang diselenggarakan di aula Unipa Manokwari.

Septinus menyebutkan, IMT Manokwari akan fokus pada pendataan mahasiswa dan pelajar asal Tambrauw yang ada di kota studi Manokwari. Sebab, ada banyak mahasiswa dan pelajar Tambrauw di Manokwari yang belum terdata. Pendataan mahasiswa dan pelajar asal Tambrauw sangat penting dalam pengusulan bantuan beasiswa ke pemerintah daerah.

“Banyak anggota IMT di Manokwari. Namun sampai saat ini terkendala karena belum terdata yang ditinggal di kos atau dengan keluarga,” terangnya.

Ia menambahkan, IMT merupakan lembaga kader. Konsekuensi ini menuntut kegiatan dan program kerja yang disusun dan dilaksanakan harus menjawab tuntutan kaderisasi. IMT tidak diarahkan ke ranah politik praktis. Karena akan memecah belah organisasi kemahasiswaan di Manokwari.

Dia menegaskan, jika ada anggota pengurus yang terlibat politik praktis maka wajib mengajukan surat pengunduran diri sebagai badan pengurus. Hal ini guna mencegah terjadinya perpecahan di dalam badan pengurus IMT Manokwari.

“IMT tidak boleh masuk ke ranah politik praktis, karena terbukti terpecah belah karena perbedaan pilihan politik di dalam kepengurusan beberapa tahun silam,” urai Asiti.

Senada dengan itu, Moderator IMT Yafed Syufi menegaskan, keterlibatan aktif di dalam kepengurusan IMT adalah hal yang positif. Karena itu, seluruh anggota diharapkan menjadikan IMT sebagai laboratorium untuk belajar berorganisasi dan membangun jiwa kepemimpinan.

“Saya berharap agar wadah ini menjadi tempat bagi mahasiswa dan pelajar asal Tambrauw untuk belajar mengembangkan diri semaksimal mungkin sebagai calon pemimpin daerah kelak,” bebernya.

Yafed mengingatkan, keterlibatan dalam kegiatan organisasi tidak boleh mengalahkan tugas utama sebagai mahasiswa yakni kuliah. Bagi dia, kuliah merupakan tugas utama yang tidak dapat ditawar atau di abaikan oleh seluruh mahasiswa IMT.

“Boleh ikut kegiatan kemahasiswaan tetapi jangan lupa lupa kuliah. Sehingga tidak jadi mahasiswa dengan gelar MA, artinya mahasiswa abadi,” tandasnya.

Terpisah, Gabriel Bame salah satu pembina pelajar dan mahasiswa IMT Manokwari optimis kepengurusan yang baru dapat membawa perubahan. Untuk itu, koordinasi dan kerja sama IMT dengan pemerintah daerah harus dijaga. Karena, kemitraan dengan pemerintah daerah merupakan salah satu aspek yang penting di dalam membangun sebuah organisasi kemahasiswaan.

“Ketua yang baru wajib membangun komunikasi dan memperkenalkan diri kepada pemerintah daerah dalam hal ini bupati Tambrauw,” tutupnya.(PB22/PB15)

 

*Berita ini telah terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 6 April 2021.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: