Solidaritas Warga Lawan Virus Corona

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Merebaknya pandemi corona virus disease atau Covid-19 menjadi perhatian semua lapisan masyarakat. Mereka gotong royong untuk memutus rantai penyebaran di tengah masyarakat.

Hal itu dilakukan warga kampung Makassar, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari. Mereka ikut menyukseskan program pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19 dengan membentuk kampung siaga Covid-19 atau semacam Satuan Gugus Tugas Covid-19 tingkat kompleks.

Pelaksanaan kegiatan ini sudah dimulai sejak 21 Maret 2020 dengan memberikan sosialisasi cara pencegahan dan penanganan covid-19 kepada warga kompleks. Tidak berhenti disitu warga kampung Makassar juga bahu membahu melakukan penyemprotan cairan disinfektan di perumahan mereka.

“Alhamdulillah masyarakat banyak yang berpartisipasi pada kegiatan ini. Mereka sangat kooperatif dalam kegiatan ini serta selalu berkoordinasi dengan kami Dinkes kabupaten Manokwari. Awal-awal saat saya sosialisasi lumayan pesimis juga untuk terwujudnya kampung siaga ini, tapi  alhamdulillah mereka semakin hari semakin bertambah semangat, semoga sampai akhir penanganan Covid-19 ini tetap semangat,” ungkap salah satu inisiator pembentukan Kampung Siaga Covid-19 di Kampung Makassar, Hj. Rosmawati.

Rosmawati menyebutkan donasi warga untuk kegiatan penyemprotan disinfektan seperti peralatan semprot, bahan dasar pembuatan larutan disinfektan dan bahan-bahan lain dikumpulkan secara swadaya.

Salah satu Ketua RT di kampung Makassar, Ibrahim HB mengatakan, sebagai warga negara yang baik, akan terus berupaya membantu program pemerintah dalam melawan pandemik corona agar cepat berlalu. Apalagi, dampak corona mengganggu semua sektor mulai pendidikan dan perekonomian masyarakat.

Masker dan Sembako untuk mama Papua

Komunitas Ruang Berbagi, kelompok anak-anak muda yang bergerak di bidang literasi, membagikan 350 masker ke mama-mama Papua yang berjualan di pasar-pasar tradisional di kota Manokwari, Sabtu (4/4/2020).

Angela Torimtubun, Penggagas Komunitas Ruang Berbagi, mengatakan pasar tradisional adalah jantung perekonomian masyarakat. “Sehingga tidak terbayangkan bagaimana rumah tangga dan industri jika pasar tradisional terhenti,” kata Angela.

Ia melihat mama-mama Papua dan pedagang ini tak mungkin menghentikan dagangan meski Pemerintah pusat dan Pemerintah daerah kompak mengimbau agar masyarakat menerapkan tinggal dan kerja di rumah.

“Kami mendukung mama-mama Papua untuk tetap berjualan sambil terus memperhatikan physical distancing,” kata Angela, Makanya, mereka membekali mama-mama Papua dengan masker agar sanitasi selalu terjaga.

Sementara, Keluarga Alumni Atma Jaya Yogyakarta (KAMAJAYA) Manokwari membagikan paket sembako  kepada mama-mama Papua yang berjualan di pinggir jalan dan di emperan toko, yang merasakan langsung penyebaran virus Corona.

Ketua Umum KAMAJAYA Manokwari, Martua Murdanie menjelaskan aksi sosial pembagian paket sembako ini merupakan bentuk solidaritas mereka terhadap masyarakat yang terdampak secara langsung akibat penyebaran virus corona di Manokwari.

“Kami berinisiatif menyisikan berkat yang kami dapat untuk dibagikan kepada mama-mama Papua dan juga masyarakat yang membutuhkan. Ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap dampak wabah Covid-19,” jelasnya.

Ia berharap, apa yang dilakukan alumni Kamajaya dapat menumbuhkan solidaritas antar anggota dan antar kelompok masyarakat untuk saling membantu. Selain itu menggerakkan  komunitas-komunitas lain di Manokwari untuk ikut berbagi dari kekurangan yang dimilikinya.

Adapun paket sembako yang dibagikan itu berupa beras, mie instan, dan minyak goreng.

Gerakan bersama

Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Barat megalakkan gerakan bersama “Angkat Satu Saudara, Berbagi Berkah, Bantu Saudaramu”. Gerakan bersama itu untuk mengumpulkan bantuan bagi masyarakat korban virus corona (Covid-19).

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Papua Barat, Yosepha Faan,  menjelaskan, kegiatan ini adalah bentuk keprihatinan dan pengabdian kami kepada bangsa dan masyarakat dalam menghadapi dampak dari virus Covid-19 (Corona).

“Kegiatan #angkat1saudara adalah bentuk partisipasi gotong royong kita semua, dari yang mampu ke yang tidak mampu, yaitu pekerja harian lepas, pedagang pasar, tukang ojek, sopir taxi yang karena virus Covid-19 mereka harus tetap di rumah, padahal mereka menggantungkan hidup dari pendapatan harian mereka,” jelas Yosepha, Minggu (5/4/2020).

Aksi sosial kemanusiaan ini, Pemuda Katolik Komda Papua Barat membagikan paket sembako kepada keluarga-keluarga yang terkena dampak kebijakan pemerintah untuk tetap di rumah. Sembako diserahkan langsung pengurus Pemuda Katolik Komda Papua Barat di rumah masing-masing keluarga dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Yosepha menerangkan, gerakan “Angkat Satu Saudara, Berbagi Berkah, Bantu Saudaramu” merupakan gerakan yang digalakkan secara nasional oleh Pemuda Katolik baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Kegiatan ini merupakan gerakan nasional. Di Papua Barat, kami mulai dari Kabupaten Manokwari. Harapannya semoga Kabupaten lainnya bisa menyusul untuk bergerak. Kalau bukan kita siapa lagi yang membantu mereka, kalau bukan sekarang, kapan lagi,” tutur Yosepha.

“Saya juga mengajak kita semua, yang meresa diri mampu secara ekonomi untuk dapat ikut serta dalam gerekan #angkat1saudara. Bagi yang ingin terlibat dalam gerakan ini, dapat mengunjungi halaman Facebook Komda Papua Barat atau Pengurus Pusat Pemuda Katolik juga bisa di website www.pemudakatolik.or.id. Sumbangsi dari bapak ibu akan kami laporkan secara transparan,” pungkas Yosepha. (PB1)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: