Tokoh Pemuda Sebut Dana Otsus sudah Sesuai Peruntukan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Tokoh Pemuda Besar Mansim, Abdul Rahman Mansim menyatakan mendukung wacana keberlanjutan kucuran dana Otonomi khusus  untuk Provinsi Papua dan Papua Barat. Menurutnya penggunaan dana Otsus selama ini sudah sesuai dengan peruntukannya, yaitu untuk sektor kesehatan, pendidikan dan infrastruktur.

“Dana ini sudah dirasakan oleh adik-adik kita yang kuliah di luar Papua Barat dan juga di luar negeri, ini tidak dapat dipungkiri,” ujarnya kepada awak media di Manokwari,  Selasa (18/8/2020).

Abdul mengakui masih ada sejumlah kekurangan yang harus diperbaiki oleh pemerintah, contohnya pengalokasian untuk pembangunan di wilayah pelosok. Sehingga roda perekonomian masyarakat di pelosok juga bertumbuh dan mereka bisa ikut merasakan dampak kehadiran negara di tempatnya. Karena itu dia lalu meminta agar ke depan proses penyaluran dana Otsus harus transparan sehingga seluruh masyarakat tahu dan merasakan manfaatnya.

“Penyaluran dana otsus harus transparan, jangan ada dusta di antara kita sehingga tidak ada keinginan untuk berpisah dari NKRI,” katanya.

Dia menyebutkan, keinginan memisahkan diri dari NKRI bukan merupakan aspirasi seluruh masyarakat di Papua Barat. Dia percaya keinginan memisahkan diri dari NKRI hanya keinginan segelintir kecil orang Papua yang telah direcoki kepentingan politik. Dia berharap pro dan kontra keberlanjutan Otsus tidak memecah belah orang Papua. Menurutnya, pemerintah memiliki itikad baik untuk memajukan orang Papua di atas negerinya sendiri.

“Baik pemerintah pusat maupun Papua Barat telah memikirkan yang terbaik untuk masyarakat Papua. Termasuk bagaimana caranya mengelola dana tersebut agar tepat sasaran untuk menyejahterakan masyarakat Papua di dalam bingkai NKRI,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyatakan bahwa kebijakan dan program Otsus yang diluncurkan pemerintah pusat bagi tanah Papua cukup berhasil.

“Otonomi khusus cukup berhasil dalam membangun Papua, baik pada sektor pendidikan, kesehatan maupun pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Pada bidang pendidikan, kata Dominggus, cukup banyak putra-putri Papua yang sekolah dan kuliah dibiayai melalui dana otonomi khusus (otsus), baik di dalam maupun luar negeri. Pada bidang kesehatan, dana otsus bermanfaat bagi peningkatan layanan baik di dalam kota maupun wilayah pedalaman dan terpencil.

Melalui dana otsus juga, lanjut gubernur, pemerintah daerah membangun infrastruktur jalan, jembatan, serta sarana dan prasarana lain, termasuk program pemberdayaan bagi masyarakat asli Papua.

Kendati demikian, menurut Dominggus, perlu ada evaluasi agar program dan pemanfaatan dana otsus di daerah ini lebih optimal.

“Kekurangan pemerintah terutama daerah mungkin kita kurang melakukan ekspos ke berbagai media tentang program atau kegiatan pembangunan yang dilaksanakan melalui dana otsus, sehingga tidak banyak masyarakat yang tahu tentang pemanfaatan dana otsus ini,” ujarnya.

Dia lalu mengajak masyarakat untuk mendukung program otsus jilid dua yang akan dilanjutkan pada tahun 2022 mendatang. Papua Barat masih membutuhkan kebijakan otsus untuk percepatan pembangunan di berbagai sektor.

“Saat ini masih banyak anak-anak dan adik-adik kita yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di luar negeri maupun beberapa daerah di Indonesia. Mereka dibiayai melalui dana otsus, mari kita dukung mereka,” ucapnya.

Program otsus bagi Papua akan berakhir pada tahun 2021. Pemerintah daerah saat ini sedang mendorong regulasi tentang keberlanjutan program otsus pada tahun 2022 dan seterusnya.

Gubernur Papua Barat mengharapkan pemerintah pusat memberikan kewenangan yang lebih besar bagi daerah dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) serta sumber daya alam (SDA). (PB22)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: