Triwulan I 2020, Kredit Perbankan Tumbuh 10,75 Persen

MANOKWARI, papuabaratnews.coKinerja penyaluran kredit perbankan konvensional di Provinsi Papua Barat secara tahunan (Year on year/yoy) masih cukup solid.

Dari data Bank Indonesia, pertumbuhan kredit triwulan I tahun 2020 mencapai 10,75 persen (yoy) dengan realisasi penyaluran sebanyak Rp13,90 triliun. Jumlah ini lebih tinggi dari penyaluran kredit pada triwulan I tahun 2019 yang mencapai Rp12,55 triliun.

Pelaksana tugas (Plt) BI Papua Barat, Joko Supratikto, mengatakan, semua jenis kredit mengalami pertumbuhan selama triwulan pertama.

Kredit konsumsi berhasil tumbuh 13,58 persen dengan nilai realisasi sebesar Rp8,10 triliun, disusul oleh kredit modal kerja yang tumbuh 6,08 persen (yoy) dengan nilai total mencapai Rp Rp4,23 triliun. Kemudian, kredit investasi tumbuh 9,69 persen (yoy) dengan realisasi penyaluran mencapai Rp1,56 triliun.

“Triwulan I tahun 2020 penyaluran kredit tumbuh 10,75 persen,” ujar dia saat dikonfirmasi awak media di Manokwari, pekan lalu.

Apabila ditinjau dari penggunaan, maka kredit konsumsi memiliki porsi 58 persen dari total penyaluran kredit kepada masyarakat di Papua Barat. Selanjutnya, penyaluran kredit modal kerja mencapai 31 persen dan sisanya 13 persen merupakan kredit dengan tujuan investasi.

“Ini mengindikasikan bahwa konsumsi masyarakat di Papua Barat masih terjaga dan tetap stabil,” ucap Joko.

Jika dilihat dari sisi sektor, sambung dia, penyaluran kredit sektor rumah tangga dan bukan lapangan usaha lainnya memiliki pangsa penyaluran 60,41 persen. Disusul penyaluran kredit pada sektor perdagangan sebesar 18,27 persen. Serta sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan memiliki pangsa 5,82 persen.

“Sektor rumah tangga paling berpengaruh dalam pertumbuhan kredit perbankan di Papua Barat,” jelas dia.

Joko merincikan, kredit sektor rumah tangga dan bukan lapangan usaha lainnya tumbuh positif sebesar 12,73 persen (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara sektor perdagangan yang merupakan sektor terbesar kedua dalam penyaluran kredit hanya mampu tumbuh 2,34 persen (yoy). Sedangkan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan tumbuh cukup signifikan yaitu 24,13 persen (yoy).

“Kredit sektor perdagangan ini tumbuh sedikit menurun. Tetapi secara umum penyaluran kredit triwulan pertama cukup solid,” ujar Joko.

Meskipun pertumbuhan kredit secara tahunan cukup solid, namun secara triwulan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan penyaluran kredit selama triwulan IV tahun 2019.

“Namun penurunan ini dilihat sebagai dampak seasonal dibanding sebagai dampak pandemi Covid-19,” pungkas dia. (PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: