Upacara HUT ke-18 Teluk Bintuni Terapkan Prokes secara Ketat

BINTUNI, papuabaratnews.coUpacara peringatan HUT ke-18 Kabupaten Teluk Bintuni tetap berlangsung secara terbuka, dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, Gelanggang Argosigemerai SP 5, Distrik Bintuni, Rabu 9 Juni 2021.

Peserta dan hadirin yang bisa masuk ke area Gelanggang Argosigemerai dibatasi dan wajib menerapkan 3 M yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan. Masyarakat umum datang hanya diperbolehkan  mengikuti acara seremonial penuh suka cita itu dari luar area gelanggang.

Kegiatan diawali dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw, dan dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Wakil Bupati Teluk Bintuni Matret Kokop, sejumlah pejabat daerah provinsi fan kabupaten tetangga, forkopimda, anggota DPRD provinsi dan Kabupaten Teluk Bintuni dan pimpinan OPD. Sementara dalam barisan yakni satu pleton dari TNI, Brimob Bintuni, Polres Teluk Bintuni, Satpol PP, ASN, dan organisasi masyarakat.

Pembacaan sejarah singkat pembentukan Kabupaten Teluk Bintuni, mengawali proses upacara. Kemudian dilanjut dengan amanat pembina upacara yakni Bupati Petrus Kasihiw.

Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw mengatakan pemerintah merayakan HUT kali ini masih ditengah masa Pandemi global akibat Covid-19 sehingga pemerintah daerah harus meniadakan kegiatan yang melibatkan masyarakat dan potensi kerumunan. Namun meskipun demikian hal ini tidak akan mengurangi esensi rasa syukur kita atas limpahan berkat Tuhan pada tanah ini.

Pasalnya momen sejarah pemekaran Teluk Bintuni harus dikenang sepanjang masa bahwa perjuangan untuk membangun daerah ini terus berhadapan dengan rangkaian perbedaan prularisme yang terjadi ditengah masyarakat.

Mengusung tema  Bintuni bersatu untuk maju, semangat berpemerintahan dan bermasyarakat yang dengan api suci terus menyatukan perbedaan pembangunan daerah ini kedepan.

“Saya percaya bahwa keberagaman merupakan anugrah yang harus disyukuri oleh segenap masyarakat, perbedaan perbedaan tersebut merupakan perbedaan yang dirajut lewat keharmonisan kekuatan karena memungkinkan segala elemen yang berbeda itu untuk saling mengisi,” ujar Kasihiw.

Upacara ditutup dengan doa lintas agama. Doa diawali dari perwakilan Islam, kemudian Katolik, Protestan, dan diakhiri dari perwakilan Hindu. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan acara resepsi HUT Kabupaten Teluk Bintuni.

Selanjutnya rombongan meninjau fasilitas yang telah di resmikan dari mulai SP 5, Kota Bintuni hingga Manimeri. (RLS/RED)

 

**Berita ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 10 Juni 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: